Protes Penutupan Wisata Meluas ke Carita, Pedagang Tutup Akses Jalan

Rifat Alhamidi - detikNews
Minggu, 16 Mei 2021 20:49 WIB
Pedagang blokir akses jalan sebagai bentuk protes penutupan objek wisata di Pandeglang
Pedagang blokir akses jalan sebagai bentuk protes penutupan objek wisata di Pandeglang (Foto: Rifat Alhamidi)
Pandeglang -

Demo protes terhadap kebijakan penutupan tempat wisata meluas hingga ke Carita, Pandeglang, Banten. Pedagang di tempat tersebut, sampai menutup akses jalan karena kecewa dengan keputusan Gubernur Banten Wahidin Halim yang menutup tempat pariwisata hingga 30 Mei 2021.

Berdasarkan pantauan, aksi protes pedagang ini berpusat di depan gerbang Pasir Putih Carita dan dimulai sekira pukul 15.30 WIB. Mereka merangsek hingga menutup akses jalan menuju Anyer dan Pandeglang karena sudah kesal tak bisa berjualan lagi akibat kebijakan penutupan tempat pariwisata.

"Sebetulnya kita udah ikut aturan pemerintah. Tapi dirasa, kebijakannya plin-plan. Di sini ditutup tapi ditempat lain masih dibiarkan buka sama petugas," kata Wati warga setempat kepada wartawan saat ditemui di Carita, Pandeglang, Banten, Minggu (16/5/2021).

Menurut pedagang, kebijakan penutupan wisata oleh Gubernur Banten terkesan mendadak. Padahal, mereka sudah menantikan momen libur lebaran karena telah lama tak mendapat pemasukan selama pandemi COVID-19.

"Udah kesel, kita juga kan sama butuh pemasukan pak. Harusnya kan sudah bisa diprediksi kalau ada lonjakan, kenapa maksain buka? Kalau mau, dari awal bikin kebijakannya kita juga pasti nurut kok," ungkapnya.

Pedagang di sana pun mendesak agar tempat wisata yang jadi mata pencaharian mereka dibuka kembali. Jika tuntutan itu tidak dikabulkan, para pedagang mengancam akan kembali melanjutkan aksi protesnya pada esok hari.

Di tempat yang sama, Kapolsek Carita Iptu Dadan menyatakan, penutupan tempat wisata merupakan instruksi dari Gubernur Banten Wahidin Halim. Pihaknya mengaku hanya menjalankan tugas untuk mengantisipasi terjadinya lonjakan wisatawan.

"Ini kan ada instruksi gubernur bahwa tempat wisata itu dilarang dan harus ditutup. Nah, pedagang di sini tidak terima karena mereka juga modal jualannya minjem dulu ke orang lain," katanya.

Untuk meredam aksi para pedagang, petugas di lapangan kemudian membuka sementara akses masuk ke kawasan wisata pantai di Carita. "Tadi sementara dibuka dulu untuk meredam. Tapi kami pastikan prokesnya harus dijalankan dengan ketat, kalau enggak kami akan tutup lagi," pungkasnya.

Selanjutnya
Halaman
1 2