Aliansi Umat Islam Desak Pemerintah Tegas Sikapi Konflik Palestina-Israel

Yudha Maulana - detikNews
Rabu, 12 Mei 2021 16:22 WIB
Aksi dukungan untuk Palestina di Bandung.
Foto: Aksi dukungan untuk Palestina di Bandung (Yudha Maulana/detikcom).
Bandung -

Massa dari Aliansi Umat Islam Peduli Palestina mendesak pemerintah Indonesia segera mengambil sikap tegas, terkait konflik Israel - Palestina yang kembali memanas sejak pekan lalu.

Massa yang berjumlah puluhan orang itu menyampaikan aspirasinya di depan Gedung Merdeka, Kota Bandung, Rabu (12/5/2021). Sejumlah perempuan yang menjadi peserta aksi menangis saat orasi tentang Palestina yang diserang diperdengarkan.

Penanggung jawab aksi Muhammad Roinul Balad mengatakan,aksi ini digelar untuk menghentikan pelanggaran HAM berat yang dilakukan Israel.

Aksi dukungan untuk Palestina di Bandung.Aksi dukungan untuk Palestina di Bandung. Foto: Yudha Maulana

"Karena kita melihat kondisi nyata dari saudara-saudara kita yang ada di Palestina sana yang akan dibombardir dan dianiaya, dan ini pelanggaran HAM yang sangat berat," ujar Roinul Balad di sela aksi.

Sekadar diketahui, konflik berlanjut sejak bentrokan berdarah di Masjid Al-Aqsa pada Jumat (7/5). Lebih dari 300 orang Palestina yang terluka dalam bentrokan dengan polisi Israel yang menggunakan peluru karet, granat kejut dan gas air mata di Masjid Al-Aqsa.

"Dan sampai hari ini nampaknya juga belum berakhir penganiayaan penghancuran kaum Muslimin yang ada di Masjidil Al Aqsa itu khususnya, dan di Palestina pada umumnya," katanya.

Menurut Roinul, Indonesia seyogyanya memiliki posisi tawar yang tinggi sebagai anggota dewan keamanan Perserikatan Bangsa - Bangsa (PBB), untuk mendesak otoritas di dunia untuk menghentikan konflik berdarah tersebut.

"Kita meminta pemerintah Indonesia ini mengambil peranan yang betul-betul aktif bahwa Indonesia adalah bagian dari anggota dewan keamanan PBB, walaupun bebas aktif," ujarnya.

"Maka tuntutan yang paling tinggi itu, meminta pemerintah Indonesia tegas bukan hanya basa basi, bisa mengutus ke PBB untuk menyampaikan pemberhentian penyiksaan kepada kaum muslimin," katanya.

Koordinator Aksi Muhammad Abdul Hadi mengatakan, seharusnya tak aneh bila umat Muslim menangis saat mendengar penderitaan warga Palestina. "Secara historis umat Islam d Palestina yang paling pertama mendukung kemerdekaan Indonesia, tetapi yang menyedihkan mereka belum merdeka," katanya.

"Kita secara emosional, secara historis maupun kesamaan keimanan sesama muslim ini merupakan suatu ikatan yang tak terpisahkan antara rakyat Indonesia dan Palestina," kata Hadi.

(yum/mso)