Ragam Alasan Pemudik Agar Bisa Lolos Penyekatan di Pelabuhan Merak

Bahtiar Rifa'i - detikNews
Selasa, 11 Mei 2021 03:30 WIB
Suasana pemudik yang mengajukan permohonan menyeberang di pos penyekatan Pelabuhan Merak
Foto: Suasana pemudik yang mengajukan permohonan menyeberang di pos penyekatan Pelabuhan Merak (Bahtiar Rifa'i/detikcom).
Merak -

Pos penyekatan di Pelabuhan Merak jadi pintu terakhir bagi pemudik yang ingin melakukan penyeberangan ke Bakauheni Lampung. Pemudik bisa lolos jika alasan dan surat yang dimiliki sesuai syarat.

Sejak diberlakukan larangan mudik pada 6 Mei lalu, pemudik baik itu yang mengendarai motor dan mobil masih ada yang mencoba menyeberang melalui Pelabuhan Merak. Pantauan detikcom, Senin (10/5/2021) pukul 21.00-22.00 WIB puluhan orang masih mengantre untuk lolos dari penyekatan petugas.

Beberapa pemudik terpantau ada yang lolos jika alasan penyeberangan sesuai dengan aturan kedaruratan tertentu. Contohnya mereka membawa surat tugas, bebas COVID-19 hingga ada SIKM.

Beberapa orang bahkan dilarang menyeberang karena surat dan alasan menyeberang yang lemah. Ada yang mengaku sudah PHK dan kontrakan habis hingga yang mengaku pindah tugas tapi tak bisa menjelaskan alasan pemindahan.

Seorang pemudik bernama Ali mengaku membawa surat tugas dari sebuah koperasi di Tangerang. Namun karena tidak memiliki SIKM dan sudah dua tahun tidak pulang, ia diminta untuk kembali.

"Pertama karena tugas, SIKM nggak ada. Sudah dua tahun nggak pulang," kata Ali di Cilegon, Senin (10/5/2021).

Ali mengaku akan pergi ke Tanggamus, Lampung. Karena ditolak menyeberang, ia memohon ke petugas agar bisa menyeberang namun tetap ditolak.

Pemudik lain bernama Sandi juga diminta untuk kembali oleh petugas. Ia mengaku sebagai pegawai rumah makan Simpang Raya di Merak dan pindah tugas di Simpang Raya di Kalianda.

Kepada petugas, Sandi menyerahkan surat SIKM dari tempatnya bekerja. Namun, ia diminta kembali oleh petugas dan mengurungkan niat menyeberang.

"Alasannya pergantian kerja, saya bingung, nanya aja ke sininya," ujar Sandi yang mengaku dari Lampung Timur.

Tapi petugas memperbolehkan pemudik yang memang alasan tugas dan syarat perjalananya lengkap.

Seperti diceritakan M Saleh dari Lampung Tengah. Ia diloloskan setelah menunjukan negatif Corona dari tes PCR dan menunjukan bukti-bukti bahwa orang tuanya sakit dan dalam kondisi darurat.

"Istri nelpon terus ini orang tua di rumah sakit," ujarnya.

Begitupun pemudik bernama Turman. Ia diloloskan menyeberang ke Bakauheni setelah menunjukan surat kematian mertuanya yang meninggal hari ini. Ia juga menunjukan hasil negatif antigen kepada petugas.

"Mertua meninggal ini saya bawa surat kematiannya sama antigen," ujar Turman yang buru-buru dan mengaku ke Pringsewu, Lampung.

Petugas pemeriksaan Iptu Suryanto mengatakan, pemeriksaan pemudik mengacu pada beberapa aturan larangan mudik salah satunya adalah Permenhub 13 Tahun 2021. Ia tidak serta merta meloloskan pemudik jika tanpa alasan yang jelas dan darurat.

Ia mengatakan, modus pemudik rata-rata adalah surat keterangan perjalanan dinas yang palsu. Karena petugas harus langsung memverifikasi pada pemberi surat melalui telepon.

"Kebanyakan modusnya itu surat perjalanan dinas, tapi keabsahannya harus benar-benar (tidak meragukan)," ujar Suryanto yang juga Kanit Reskrim Kepolisian Sektor Kawasan Pelabukan (KSKP) Merak.

(bri/mso)