Kota Cirebon Zona Aman, Alun-Alun Kejaksan Boleh Digunakan Salat Id

Sudirman Wamad - detikNews
Sabtu, 08 Mei 2021 15:42 WIB
Alun-alun Kejaksan Cirebon
Alun-alun Kejaksan Cirebon. (Foto: Sudirman Wamad/detikcom)
Cirebon -

Pemkot memastikan hampir seluruh masjid di Kota Cirebon, Jawa Barat, bisa melaksanakan salat Idul Fitri. Bahkan, rencananya Alun-alun Kejaksan yang baru saja diresmikan Gubernur Jabar Ridwan Kamil akan digunakan untuk salat Idul Fitri.

Asisten Daerah Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat (Kesra) Kota Cirebon Sutisna mengatakan sesuai dengan Surat Edaran (SE) Menteri Agama Nomor 04/2021 tentang pelaksanaan salat Idul Fitri, salat Idul Fitri bisa dilaksanakan di masjid atau lapangan di daerah yang tak berisiko. Namun, untuk daerah yang berisiko atau adanya peningkatan kasus COVID-19 maka dikecualikan.

"Kondisi saat ini hanya ada satu RT yang zona oranye, dari 1.379 RT di Kota Cirebon. Yang lainnya hijau dan kuning. Kita sudah koordinasi, Alun-alun Kejaksan sepertinya dapat digunakan untuk salat Idul Fitri," kata Sutisna, Sabtu (8/5/2021).

Sutisna mengaku telah mendapat masukan dari DKM Masjid Raya At-Taqwa Kota Cirebon terkait pelaksanaan salat Idul Fitri. Menurutnya, kebijakan larangan mudik ini membuat jumlah jemaah saat salat Idul Fitri bertambah. Sehingga perlu adanya tambahan ruang, seperti alun-alun dan lainnya untuk jemaah.

"Masukan dari Pak Ustaz Yani (Ketua DKM Masjid Raya At-Taqwa) penambahan jemaah salat Idul Fitri nanti kemungkinan 40 persen dibandingkan salat Jumat," kata Sutisna.

Sementara, Ketua At-Taqwa Center Ahmad Yani mengaku telah mempersiapkan pelaksanaan salat Idul Fitri. "Sudah semua, termasuk saf salat. Kita tak gunakan cat, nanti pakai tali," ucapnya.

Yani menjelaskan sebanyak 50 anggota Ikatan Rama Masjid (Irmas) disiagakan untuk membantu memantau penerapan protokol kesehatan (prokes). Puluhan anggota Irmas itu disebar di beberapa titik untuk membagikan masker, cek suhu jemaah dan membawa hand sanitizer.

"Salat Idul Fitri akan dilaksanakan di Alun-alun Kejaksan dengan protokol kesehatan," ujar Yani.

(bbn/bbn)