46 Ribu Benur Senilai Rp 2 Miliar Disita Polresta Bandung

Muhammad Iqbal - detikNews
Jumat, 30 Apr 2021 17:55 WIB
Polisi Sita Benur di Kabupaten Bandung
Polisi sita benur di Kabupaten Bandung. (Foto: Muhammad Iqbal/detikcom)
Kabupaten Bandung -

Personel Polresta Bandung menyita 46 ribu benih lobster atau benur yang dibawa satu unit mobil di Jalan Raya Ciwidey-Rancabali, Kabupaten Bandung. Benur tersebut diperkirakan senilai Rp 2 miliar.

Wakapolresta Bandung AKBP Dwi Indra Laksmana mengatakan temuan tersebut bermula saat petugas dari Polsek Ciwidey mencurigai mobil yang melintas kawasan tersebut, Jumat (30/4/2021) dini hari. Sewaktu mobil itu diperiksa, petugas menemukan sebanyak tujuh boks berisi benur.

"Tadi pagi anggota kami di Ciwidey melakukan patroli dan mendapati sebuah mobil mengangkut benih lobster sebanyak tujuh boks styrofoam," kata Indra di Badan Karantina Ikan Pengendalian Mutu (BKIPM) Bandung, Cimahi, Jumat (30/4/2021) sore.

Dari temuan tersebut petugas mengamankan dua tersangka, inisial HR dan MAT. Keduanya diduga membawa benur tersebut dari Sukabumi.

Hasil pengembangan itu ada sebanyak 46.475 ekor benih lobster yang mayoritas jenis pasir. Dari total tersebut, terdapat 75 benur jenis mutiara yang memiliki nilai ekonomis tinggi.

"Dari aktivitas ini negara diperkirakan dirugikan sekitar dua miliar rupiah," ucap Indra.

Kedua tersangka disangkakan Pasal 92 Jo Pasal 26 Ayat 1 dan atau Pasal 88 Jo Pasal 16 ayat 1 UU RI No 45 Tahun 2009 tentang perubahan atas UU RI No 31 Tahun 2004 tentang Perikanan. "Ancaman hukuman paling lama 8 tahun penjara atau materi sebanyak Rp 1,5 miliar," ujar Indra.

Berniat Transaksi di Tol Soroja

HR dan MAT diamankan polisi saat melintasi Jalan Ciwidey-Rancabali. Mereka diketahui memulai perjalanan dari Sukabumi menuju Tol Soroja, Kabupaten Bandung.

"Menurut pengakuan tersangka benih ini dibawa dari Pelabuhan Ratu, Sukabumi, akan melakukan transaksi di Tol Soroja. Namun belum sampai di pintu Tol Soroja, sudah dapat diamankan oleh anggota kita di Ciwidey," kata Indra.

Kedua tersangka tersebut dipastikan hanya kurir. Dari keterangan tersangka, kata Indra, penyeludupan ini bukanlah kali pertama yang dilakukan oleh para tersangka.

46.475 ekor benur itu dibawa ke BKIPM untuk dikarantina dan memastikan barang bukti dalam keadaan masih hidup. Ada dua jenis benur yang berhasil diamankan yakni benur mutiara dan benur pasir. Benur mutiara disebut memiliki nilai ekonomis tinggi. Dalam setiap satu ekornya bernilai Rp 150 ribu, sedangkan benur pasir sekitar Rp 35 ribu.

"Informasi di lapangan, ini sudah beberapa kali dilakukan, dan dari hasil penangkapan ini, tentunya kami berkoordinasi dengan BKIPM dan Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi untuk mengamankan barang bukti," kata Indra.

Setiap kali mengantarkan benur, dua tersangka tersebut diupah Rp 1 juta. Sejauh ini, polisi belum tahu pasti ke mana barang tersebut akan diantar.

"Sementara sebagai pengantar, karena yang ada di mobil itu ketika diamankan kedua orang ini. Mereka juga menerima upah, menurut pengakuan mereka hanya Rp 1 juta saja," tutur Indra.

BKIPM Bandung mencatat ada dua kasus penyeludupan benih lobster atau benur dalam satu pekan ini di Jawa Barat. BKIPM menegaskan penyeludupan benur merupakan perbuatan melawan hukum.

"Dalam seminggu dua kali melakukan penggagalan. Minggu lalu kita menggagalkan 70 ribu. Ini 46 ribu lebih (benur)," kata Kepala BKIPM Bandung Dedy Arif di kantor BKIPM Bandung, Kota Cimahi.

Modus penyeludupan benur ini selalu sama. Kurir tidak tahu menahu barang tersebut akan dikirim ke mana atau dijadikan apa.

"Modus operandi selalu sama. Jual putus jual putus tidak tahu kemana arahnya tetapi kita sudah tahu bahwa ini merupakan kegiatan yang tidak mempunyai izin. Beredarnya benih benih lobster ini harus dilengkapi dengan izin. Apabila dilengkapi izin maka diperbolehkan benih-benih lobster ini melintas. Tetapi jika tidak maka harus kita amankan," tutur Dedy.

Tonton juga Video: Penyuap Edhy Prabowo Divonis 2 Tahun Bui soal Izin Ekspor Benur

[Gambas:Video 20detik]



(bbn/bbn)