BI Siapkan Rp 2,5 T untuk Layani Penukaran Uang Baru di Ciayumajakuning

Bima Bagaskara - detikNews
Senin, 26 Apr 2021 15:23 WIB
Counting money
Ilustrasi (Foto: Getty Images/iStockphoto/Yamtono_Sardi)
Majalengka -

Kantor Perwakilan (KPw) Bank Indonesia (BI) Cirebon menyiapkan uang tunai sebesar Rp 2,5 triliun. Uang itu disiapkan untuk melayani penukaran uang baru jelang lebaran tahun 2021.

Kepala KPw BI Cirebon Bakti Artanta mengatakan dalam melayani penukaran uang baru bagi masyarakat di wilayah Ciayumajakuning (Cirebon, Indramayu, Majalengka, Kuningan), pihaknya menyiapkan 174 titik lokasi penukaran.

"Untuk penukaran uang baru kita siap melayani masyarakat Ciayumajakuning, kita sediakan 174 titik lokasi untuk penukaran di seluruh Ciayumajakuning termasuk Majalengka," kata Bakti saat ditemui detikcom di Kantor Bupati Majalengka, Senin (26/4/2021).

Menurutnya 174 titik lokasi penukaran uang baru ditempatkan di seluruh kantor perbankan hingga Bank Perkreditan Rakyat (BPR). Untuk melayani penukaran uang baru, Bank Indonesia Cirebon kata Bakti telah menyiapkan uang tunai hingga Rp 2,5 triliun.

"Kita sudah siapkan uangnya mulai pecahan kecil Rp 2 ribu, Rp 5 ribu hingga Rp 100 ribu kita siap. Totalnya untuk lebaran tahun 2021 ini kita sediakan Rp 2,5 triliun, menurut hemat saya ini cukup dan tidak jauh berbeda dengan tahun kemarin," ujar Bakti.

Ia juga menjelaskan tahun ini Bank Indonesia Cirebon tidak menyediakan layanan kas keliling untuk melayani penukaran uang baru. Hal itu dilakukan untuk mencegah terjadinya kerumunan masyarakat yang ingin menukar uang baru.

"Kami masih dilarang melakukan penukaran secara retail melalui kas keliling karena khawatir ada kerumunan. Makanya kita siapkan masyarakat untuk bisa menukar di 174 titik itu dengan catatan tetap mentaati protokol kesehatan," lanjutnya.

Selain itu Bakti juga mengimbau masyarakat untuk waspada akan kemungkinan terjadinya peredaran uang palsu menjelang lebaran nanti. Ia pun berpesan agar masyarakat mulai beralih menggunakan pembayaran digital.

"Kita selalu edukasi kepada masyarakat terkait uang palsu, makanya salah satu caranya ada dengan digitalisasi yang mampu meminimalisir resiko uang palsu," pungkasnya.
Attachments area

(mud/mud)