Kata BPBD Sukabumi soal Stok Logistik Habis

Syahdan Alamsyah - detikNews
Jumat, 23 Apr 2021 19:23 WIB
Pergerakan tanah di Nyalindung Sukabumi terus meluas
Pergerakan tanah di Nyalindung Sukabumi. (Foto: Syahdan Alamsyah/detikcom)
Sukabumi -

Stok logistik habis ternyata tidak hanya terjadi di lokasi pergerakan tanah Desa Mekarsari, Kecamatan Nyalindung, Kabupaten Sukabumi. Hal serupa juga terjadi di beberapa lokasi bencana pergerakan tanah di Kedusunan Ciherang dan warga terdampak dari wilayah Kedusunan Suradita.

"Pengungsi itu kan sekarang mandiri. Seperti warga terdampak di Desa Mekarsari, Kecamatan Nyalindung, telah mengungsi jauh dari lokasi bencana ke rumah saudara terdekatnya. Aktivitas sehari-hari mereka bertani tidak berjalan. Sehingga membuat stok pangan kekurangan pada bulan puasa dan menjelang Lebaran," kata Eka kepada wartawan, Jumat (23/4/2021).

Eka mengatakan pihaknya sudah menyiapkan beras dan lauk pauk yang bersumber dari Dinas Ketahanan Pangan Kabupaten Sukabumi sebanyak satu ton untuk disalurkan kepada para warga terdampak bencana. "Sudah dikirim baru beberapa hari lalu. Hanya saja kebutuhan lainnya tidak ada. Sehingga membuat masyarakat mengeluh dan itu telah dialami oleh warga terdampak dari Desa Mekarsari dan Desa Cijangkar di Kecamatan Nyalindung serta Desa Ciengang di Kecamatan Gegerbitung," tutur Eka.

Eka menjelaskan BPBD Kabupaten Sukabumi sudah mengeluarkan stok logistik melalui tanggap darurat, berikut mengakomodir bantuan dari berbagai lapisan masyarakat. Tetapi, karena waktu atau masa pergerakan tanah ini cukup lama, sehingga warga terdampak bencana mengungsinya semakin lama.

"Jadi harapan kita kepada pemerintah pusat dapat memberikan perhatian lebih. Karena sampai saat ini pemerintah pusat belum pernah memberikan bantuan kepada warga terdampak dari bencana retakan tanah," ujar Eka.

Sebelumnya, kabar stok logistik habis ini disampaikan Ani Suryani, sekretaris relawan bencana pergerakan tanah di Desa Mekarsari, Kecamatan Nyalindung. Bencana pergerakan tanah itu merusak puluhan rumah penduduk.

"Kosongnya stok logistik untuk korban retakan tanah di Kampung Jati dan Kampung Cisayar ini sudah berlangsung satu minggu terakhir. Sebab, terakhir membagikan logistik berupa paket sembako itu pada Jumat 9 April 2021," kata Ani, Senin (19/4).

(sya/bbn)