10 Juta Serangan Siber Sasar Pemprov Jabar Selama Pandemi

Yudha Maulana - detikNews
Kamis, 22 Apr 2021 21:24 WIB
kejahatan cyber
Ilustrasi (Foto: Internet)
Bandung -

Serangan siber ke Pemda Provinsi Jawa Barat meningkat selama pandemi COVID-19. Tercatat terjadi 10 juta serangan siber selama 2020 ke jaringan data Pemprov Jabar.

Kepala Diskominfo Jabar Setiaji mengungkap, serangan paling banyak terjadi di akhir tahun 2020. "Selama tahun 2020 hampir 10 juta serangan yang masuk," ujar Setiaji dalam keterangan yang diterima, Kamis (22/4/2021).

Dalam Webinar Sandikami Mania Series#11, Setiaji mengatakan peningkatan kesadaran keamanan siber di tubuh pemerintah daerah sangat penting, seiring meningkatnya tren serangan siber di masa pandemi.

Hal itu dilakukan untuk mengantisipasi terjadinya pencurian, peretasan dan perusakan data-data penting daerah. "Di masa pandemi, tren serangan siber beragam dan kita fokus dalam menangani hal ini," tuturnya.

Setiaji mengingatkan pemda untuk terus mengembangkan aplikasi IT secara aman. Diskominfo bertanggung jawab dalam mengantisipasi, mencegah, dan menangani serangan ini secara lebih cermat.

Di Jabar sendiri, dia menambahkan ada yang disebut Lalaki Sajabar atau Layanan-Layanan Keamanan Informasi dan Persandian Jawa Barat. "Mari kita manfaatkan layanan ini. Mudah-mudahan kita lebih aware, biar tidak kecolongan datanya," katanya.

Asisten Administrasi Umum Setda Provinsi Jabar Dudi Sudradjat Abdurachim mengatakan, saat ini teknologi informasi dan komunikasi berkembang pesat sehingga pemda perlu keamanan siber atas berbagai layanan berbasis internet.

"Khususnya di pemerintahan sejak lama sudah disiapkan. Dimulai dari lingkungan kita sendiri. Mendisiplinkan diri dengan menjaga keamanan jaringan siber masing-masing," katanya.

(yum/mud)