Cerita Warga Pandeglang Antre Tengah Malam Demi BLT Rp 1,2 Juta

Rifat Alhamidi - detikNews
Kamis, 22 Apr 2021 03:53 WIB
Warga Antre BLT UMKM di Pandeglang
Warga antre untuk mengambil nomor antrean untuk BLT UMKM. (Foto: Rifat Alhamidi/detikcom)
Pandeglang -

Sejumlah warga di Pandeglang harus mengantre sejak tengah malam demi bisa mencairkan uang bantuan produktif usaha mikro (BPUM) atau BLT UMKM Rp 1,2 juta. Mereka datang ke kantor BRI untuk bisa mendapatkan nomor antrean.

Pantauan di lokasi, Pasar Badak Pandeglang, antrean tersebut berlangsung pada Kamis (22/4/2021) dini hari. Bahkan puncaknya, yaitu sekira pukul 02.30 WIB, antrean warga sampai mengular dan hampir menghabiskan halaman kantor bank.

"Saya dapat informasi dari tetangga katanya kalau mau mencairkan bantuan UMKM harus datang ke bank pas jam segini. Biar dapat nomor antrean dulu, kang," kata Ade Taufik warga setempat saat ditemui detikcom.

Karena banyak didatangi pada tengah malam, antrean warga pun tak terhindarkan. Mereka bahkan terlihat saling berdesakan dan tidak menjaga jarak demi bisa mendapat nomor antrean pertama untuk mencairkan bantuan COVID-19 dari pemerintah bagi kelompok usaha tersebut.

"Kata tetangga saya, antrenya memang harus dari malam. Kemarin kan ngecek ada nama saya dapat bantuan Rp 1,2 juta. Makanya, sekarang lebih baik ngambil nomor antreannya dulu supaya pagi enggak perlu ngantre lagi kalau mau ke bank," tutur Ade.

Warga lainnya, Samsul Fatoni, rela datang ke bank tengah malam hanya untuk bisa mendapatkan nomor antrean. Sebab sebelumnya, ia pernah datang ke kantor bank tersebut pada pagi hari namun nomor antrean untuk pencairan bantuan tersebut sudah tidak tersedia.

"Sebetulnya males juga kang tengah malam gini harus ke sini, ngantuk sebenarnya mah. Tapi kalau datangnya besok pagi, nomor antrean itu sudah habis, disuruhnya pasti harus datang besok lagi. Iya kalau antreannya masih ada, mending saya bela-bela tengah malam ke sini supaya enggak perlu antre lagi," ujar Samsul.

Pantauan hingga pukul 03.00 WIB, antrean warga masih terjadi di bank milik pemerintah tersebut. Tidak ada petugas yang terlihat berjaga di lokasi, bahkan satpam bank juga sama sekali belum menampakkan diri untuk membagikan nomor antrean ke warga.

Satu Hari untuk Dua Desa

Antrean warga makin bertambah selepas sahur. Akibatnya, petugas keamanan harus memberikan peringatan keras untuk membubarkan warga yang berkerumun.

Peringatan kedua kalinya dilakukan satpam kantor BRI kepada warga agar bubar dan kembali lagi saat jam kerja. Namun, peringatan itu tak digubris lantaran warga merasa sudah sejak tengah malam menunggu untuk mendapatkan antrean.

Hingga akhirnya, sekira pukul 06.00 WIB, pihak BRI memberikan kebijakan kepada warga dengan membuat aturan mengenai teknis antrean pencairan bantuan tersebut. Warga akhirnya membubarkan diri usai mendapat kepastian kapan mereka bisa datang lagi ke bank untuk menarik uang BLT UMKM.

"Tadi akhirnya dibuat per hari cuma untuk dua desa. Kalau kayak gini kan kami enggak perlu nunggu dari tengah malam lagi, tinggal lihat kapan kami bisa datang ke sini buat pencairan," ucap Nuraeni, warga yang ikut antre.

PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) mengimbau kepada masyarakat untuk tidak terburu-buru datang ke kantor bank untuk mencairkan dana tersebut. Corporate Secretary BRI Aestika Oryza Gunarto mengungkapkan ada waktu selama 3 bulan yang diberikan oleh pemerintah untuk menyalurkan bantuan. Sehingga masyarakat diimbau untuk datang ke kantor BRI pada saat jam layanan operasional yakni pukul 08.00 s.d. 14.00 waktu setempat.

(bbn/bbn)