Polres Sukabumi Bubarkan Aksi Balapan Liar di Ruas Tol Bocimi

Syahdan Alamsyah - detikNews
Rabu, 21 Apr 2021 21:07 WIB
Aksi balap liar di Sukabumi dibubarkan polisi.
Aksi balap liar di Sukabumi dibubarkan polisi (Foto Istimewa).
Sukabumi -

Polisi membubarkan aksi ugal-ugalan para pembalap liar di ruas jalan tol (persiapan) Bogor Ciawi Sukabumi (Bocimi).

Informasi yang dihimpun detikcom, aksi balapan liar itu memang kerap dilakukan para remaja di sore hari ketika para pekerja jalan tol selesai melakukan pekerjaan. Polisi yang mendapat laporan dari warga kemudian mendatangi lokasi dan membubarkan aktivitas tersebut.

"Ada Kapolsek Nagrak bersama dengan empat orang anggotanya sekitar pukul 17.00 WIB tadi mendatangi lokasi. Informasi yang kita terima kegiatan balap liar tersebut dilakukan oleh pemuda dari wilayah Kecamatan Ciambar dan Kecamatan Parungkuda mereka beraksi disaat pekerja proyek jalan tol sudah tidak ada kegiatan," kata Kapolres Sukabumi AKBP Lukman Syarif, Rabu (21/4/2021).

Menurut Lukman, balapan liar di jalan Tol Bocimi yang berada di Desa Cibunar Jaya, Kecamatan Ciambar tidak diizinkan oleh pihak pengelola Tol Bocimi. Aktivitas itu juga dianggap menggangu keamanan dan ketertiban warga sekitar karena pengaruh bising knalpot.

"Itu ruas tol persiapan, jadi memang belum aktif. Selain membahayakan mereka, aktivitas tersebut juga mengganggu masyarakat di sekitar. Saya juga sudah perintahkan Kapolsek untik memberikan imbauan dan pesan kepada warga bahwa kegiatan tersebut tidak diperbolehkan karena dapat menghambat proses pembangunan jalan Tol Bocimi," jelas Lukman.

"Dikhawatirkan akibat disalah gunakan oleh orang yang tidak bertanggung jawab seperti balapan liar karena dapat merusak jalan tol yang sedang proses pembangunan dan dapat menggangu keamanan dan ketertiban warga sekitar akibat suara bising yang ditimbulkan oleh pelaku pembalap liar. Anggota juga mengajak warga masyarakat agar bekerja sama untuk mengimbau dan melarang kegiatan tersebut," tambah Lukman.

Dihubungi terpisah, Kapolsek Nagrak Iptu Teddi Armayadi mengaku sempat kejar-kejaran dengan para pelaku balap liar tersebut. Empat motor diamankan karena menggunakan knalpot bising dan kedapatan tidak memiliki surat kepemilikan kendaraan bermotor.

"Sempat kejar-kejaran karena mereka kaget melihat kedatangan petugas, kita lakukan tindakan karena ada laporan dari warga yang resah dengan aktivitas mereka," kata Teddi.

Teddi juga mengaku sudah berkoordinasi dengan kecamatan setempat untuk berkomunikasi dengan pengelola tol agar ada penyekatan di sekitar proyek pembangunan tol tersebut.

"Saya sudah berkoordinasi dengan pihak kecamatan setempat, bersama-sama komunikasi ke pengelola proyek agar ada penyekatan di titik-titik tertentu agar tidak dijadikan akses masuk untuk kegiatan yang mengganggu proses pengerjaan jalan. Ini baru rencana kita mau minta itu, agar kegiatan serupa tidak terulang kembali," ujar dia.

(sya/mso)