Bocah di Sukabumi Diduga Diculik Pemulung yang Ngaku Gamer

Syahdan Alamsyah - detikNews
Selasa, 20 Apr 2021 21:01 WIB
Stop Child Violence and Trafficking. Stop Violence Against Children, child bondage in angle image blur , Human Rights Day concept.
Ilustrasi kasus penculikan anak. (Foto: Getty Images/iStockphoto/Tinnakorn Jorruang)
Sukabumi -

Ahmed Maula, bocah pria berusia 11 tahun asal Jalan Sikib, Kota Sukabumi, sudah sepekan ini hilang. Keluarga sudah melakukan pencarian dan melaporkan kejadian itu ke polisi.

Muhammad Zaini (47), ayah Maula, curiga putra bungsunya itu diculik seorang pria, inisial BM alias WY, pemulung yang mengaku gamer.

"Saya bertemu anak saya sekitar pukul 07.00 WIB, pada Minggu (11/4). Anak saya baru selesai mandi, saya hanya nanya mau kemana dede, karena panggilan keluarga di rumah dede. Setelah itu saya pergi bekerja," kata Zaini saat ditemui detikcom di kediamannya, Selasa (20/4/2021).

Sorenya, Zaini mendapat kabar dari Ati Sudiati (43) istrinya, Maula tidak ada di rumah. Sekitar pukul 19.30 WIB, ia pulang dan memang mendapati putranya tidak pulang ke rumah. Kabar terakhir, Maula diketahui diajak main ke warnet game.

"Saya langsung berusaha mencari, sampai akhirnya dapat informasi dari operator warnet anak saya memang sempat ke situ diduga bersama si BY ini. Pesan warnet empat jam, tapi hanya di situ sekitar satu jam dan pergi," tuturnya.

"Dia itu jarang main jauh-jauh, sebentar itu juga pulang lagi," kata Zaini menambahkan.

Akhirnya Zaini bersama istrinya melaporkan dugaan penculikan itu ke Polres Sukabumi. Laporan diterima tanggal 13 April 2021, mereka juga mengungkap seorang pria yang dicurigai menculik Maula.

"Pria itu pernah cerita ke anak dan istri saya, katanya gamer pernah menang kompetisi game dapat uang Rp 100 juta. Kenal dengan dia itu sejak Desember 2020 silam. Ya awalnya tidak ada curiga, karena orangnya juga sopan. Dia memang dekat dengan anak saya," ujar Zaini.

Selanjutnya
Halaman
1 2