Respons FSPP soal Kejati Banten Usut Korupsi Hibah Ponpes Rp 117 M

Bahtiar Rifa'i - detikNews
Selasa, 20 Apr 2021 13:30 WIB
Poster
Ilustrasi kasus korupsi (ilustrator: Edi Wahyono)
Serang -

Forum Silaturahmi Pondok Pesantren (FSPP) menanggapi soal adanya kasus korupsi hibah pesantren senilai Rp 117 miliar yang diusut Kejati Banten. FSPP menilai oknum yang melakukan korupsi hibah bukan dari bagian mereka.

"Kalau umpamanya terjadi oknum di luar FSPP itu terserah kebijakan gubernur dan kejaksaan. Karena pada dasarnya semua pelaku di luar dari prosedur FSPP. Mereka tidak ter-cover prosedur FSPP, membuat kebijakan sendiri oknumnya, itu dengan Kesra di luar sepengetahuan FSPP," ujar Ketua Presidium FSPP Banten Anang Azhari saat dihubungi di Serang, Selasa (20/4/2021).

FSPP mengaku kaget ada oknum yang memotong hibah ke pesantren-pesantren. FSPP mendengar ada oknum ustaz yang menipu terkait surat proposal.

"FSPP kaget karena itu di luar prosedur yang di-cover oleh FSPP," ucapnya.

Ia membantah anggapan bahwa FSPP mengorganisir pesantren penerima hibah. Pesantren manapun bisa daftar karena itu dilakukan secara online.

"Siapa saja pesantren silahkan daftar online. Kalau yang nggak daftar nggak dapat, nah ini penyakitnya ini yang tidak daftar online lalu membuat ulah. Mungkin gitu. Kaitan dana urus sendiri ke pemprov," tutur Anang.

Sekali lagi, ia menegaskan, FSPP medukung kasus ini diusut tuntas. Karena anggaran hibah itu datangnya dari pemprov dan langsung ditransfer ke pondok pesantren masing-masing.

"Kalau memang benar jangan disalahin, kalau salah jangan dibenerin. Kita nggak membela yang salah, karena bagaimanapun FSPP milik bersama," kata Anang.

Kejati Banten telah menetapkan inisial ES dari pihak swasta atas kasus hibah pesantren RP 117 miliar tahun anggaran 2020. Hibah itu diberikan ke tiga ribu lebih pesantren se Provinsi Banten. Pada Senin (19/4) tim penyidik juga melakukan penggeledahan di Masjid Al Bantani dan Biro Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat (Kesra) di Kawasan Pusat Pemerintahan Provinsi Banten (KP3B).

(bri/bbn)