Jabar Sepekan: Teriakan Bohong Habib Bahar-Kepsek MTs Cianjur Nyabu

Tim detikcom - detikNews
Sabtu, 17 Apr 2021 22:09 WIB
Terdakwa kasus dugaan penganiayaan terhadap remaja Bahar bin Smith memegang bendera merah putih seusai menjalani sidang putusan di gedung Arsip dan Perpustakaan, Bandung, Jawa Barat, Selasa (9/7/2019). Majelis hakim menjatuhi hukuman kepada Bahar bin Smith tiga tahun penjara, denda Rp50 juta dan subsider satu bulan kurungan. ANTARA FOTO/M Agung Rajasa/foc.
Foto: Antara Foto

4. Menengok Uniknya Gang Sempit di Bandung Disulap Berdinding Kaligrafi

Ada banyak hal menarik yang dilakukan warga Bandung dalam menyalurkan kreativitasnya. Salah satunya ada di gang sempit Cicaheum ini.

Berlokasi di Gang Raden Jibja, Cicaheum, Kecamatan Kiaracondong, Kota Bandung, warga RW 02 berinisiatif mengubah dinding gang dengan hiasan kaligrafi dari potongan hadits, ayat Al Qur'an, hingga Asmaul Husna.

Awal mula masuk gang tersebut, pendatang dibuat takjub dengan hiasan kaligrafi dengan panjang sekitar 15 meter dan tinggi lima meter. Ada banyak jenis kaligrafi yang menghiasi sepanjang jalan gang ini.

Misalnya seperti jenis kaligrafi khat kufi murabba dengan ciri khasnya yang berbentuk geometris dan tanpa harakat, khat diwani, hingga khat naskhi yang menyerupai tulisan dalam Al-Qur'an.

Semua hasil karya tersebut merupakan hasil kolaborasi antara perajin kaligrafi yang tinggal di Gang Raden Jibja dengan warga sekitar termasuk pemuda karang taruna.

Ketua RW 01 Gang Raden Jibja, Acep mengatakan, awal mula tercetus kampung wisata, budaya dan Kaligrafi ini dari keinginan untuk membuat suasana kampung yang unik dan berbeda dari yang lain.

"Kebetulan kita ditunjuk jadi lokasi binwil dan kampung KB (Keluarga Berencana). Nah saya punya ide, di sini banyak yang pintar kaligrafi dan ada pesantren. Jadi diambil kampung wisata kaligrafi. Awalnya dari situ, terus bergerak pelan-pelan sampai sekarang masih berlanjut (pembuatan kaligrafi)," ujar Acep saat ditemui detikTravel di kediamannya, Kamis (15/4/2021).

Meski terbilang baru menjabat sebagai Ketua RW, Acep menilai, masyarakat di kampungnya memiliki banyak potensi. Hal itulah yang menjadi motivasi sebagai pembentukan kampung wisata, budaya dan kaligrafi.

"Jadi di sini banyak pakar-pakarnya, ada pakar budaya pencak silat atau jaipong, ada pakar penanaman, dan termasuk pakar kaligrafi ada ustadz Aang dan Aam. Mereka adik-kakak," tuturnya.

Dia menjelaskan, proses pembuatan kaligrafi di sepanjang jalan tersebut sudah dilakukan sejak Februari 2021. Awalnya, perajin membuat pola kaligrafi dari hadist atau potongan ayat Al-Qur'an, kemudian pemuda dari karang taruna atau masyarakat setempat pun akan bergiliran mengisi pola tersebut dengan cat warna-warni.

"Biasanya pembuatan malam hari, terus suka ada yang nonton. Nanti kalau sudah dikasih pola giliran anak-anak yang mewarnai. Jadi kerasa kerja sama dan gotong royongnya," kata Acep menambahkan.

Bahan-bahan yang digunakan pun terbilang sederhana, seperti kapur papan tulis, kuas, cat tembok, dan gabus. Semua bahan tersebut didapat dari swadaya masyarakat, namun saat ini proses pembuatan terhenti sementara.

"Belum pada beres karena kemarin kita kekurangan dana. Swadaya masyarakat, ada yang memberi sedikit tapi tidak seimbang. Kebanyakan dari pengeluaran pribadi," imbuhnya.

Acep menargetkan, sepanjang jalan Gang Raden Jibja ini akan dihiasi dengan kaligrafi. Menurutnya, hal tersebut dapat jadi percontohan bagi kampung lain dan sedikit banyaknya bisa memberdayakan masyarakat yang tinggal di sekitarnya. Bisa jadi opsi untuk wisata kalau berkunjung ke Bandung.

Selanjutnya
Halaman
1 2 3 4