1 Tersangka Kasus Sunat Hibah Ponpes Rp 117 M Ditahan Kejati Banten

Bahtiar Rifa'i - detikNews
Jumat, 16 Apr 2021 13:09 WIB
Poster
Ilustrasi kasus korupsi (ilustrator: Edi Wahyono)
Serang -

Kejaksaan Tinggi (Kejati) Banten menetapkan satu tersangka dugaan penyunatan dana hibah pondok pesantren dari Pemprov Banten sebesar Rp 117 miliar tahun anggaran 2020. Tersangka inisial ES ini diduga memotong dana hibah untuk pesantren. IS sudah ditahan oleh pihak Kejati Banten.

"Pada sore kemarin kami sudah menetapkan tersangka dan menahan tersangka ES dalam dugaan tindak pidana korupsi penyaluran dana hibah ke pondok pesantren," kata Kepala Kejaksaan Tinggi (Kajati) Banten Asep Nana Mulyana kepada wartawan di Jalan Serang-Pandeglang, Jumat (16/4/2021).

Tersangka ES diduga memotong dana hibah yang harusnya diterima utuh oleh pesantren. Ia mengakui melakukan itu dan mendapatkan sekian persen dari setiap hibah.

"Bersangkutan mengakui memotong. Jadi menjanjikan sama mereka (ponpes), misalnya pesantren A, B dapat bantuan, tapi kemudian balik sekian persennya," ujarnya.

Jumlah yang disunat setiap pondok pesantren juga bervariatif. Ada pesantren dipotong Rp 15 hingga Rp 20 juta. Pemotongan ini hingga setengah dari hibah tiap pesantren yang penerimanya mendapat Rp 30 juta dan Rp 40 juta setiap tahun.

"Bervariasi (pemotongannya), ada Rp 20 juta ada Rp 15 juta, bahkan ada pondok pesantren yang tadinya mencanangkan perbaikan tidak terlaksana karena dananya disunat," ucap Asep.

Tapi, selain modus penyunatan dana hibah, Kejati Banten menemukan ada pesantren fiktif. Pesantren ini seolah-olah mendapat bantuan, namun ternyata fiktif.

Tonton juga Video: Momen Densus 88 Geledah Ponpes di Sleman

[Gambas:Video 20detik]



Selanjutnya
Halaman
1 2