Langgar Tirta Sumirat, Cikal Bakal Berdirinya Keraton Kacirebonan

Sudirman Wamad - detikNews
Jumat, 16 Apr 2021 03:25 WIB
Langgar Tirta Sumirat Keraton Kacirebonan, Kota Cirebon
Langgar Tirta Sumirat Keraton Kacirebonan, Kota Cirebon (Foto: Sudirman Wawad/detikcom).
Cirebon -

Langgar Tirta Sumirat Keraton Kacirebonan, Kota Cirebon, Jawa Barat, merupakan bangunan bersejarah tentang perkembangan kesultanan dan penyebaran Islam di Cirebon. Bahkan, disebut-sebut sebagai cikal bakal Keraton Kacirebonan.

Langgar Tirta Sumirat berada di kompleks Keraton Kacirebonan. Bangunan langgar ini tak terlalu besar. Didominasi warna putih. Batas antara jemaah laki-laki dan perempuan menggunakan tirai.

Langgar Tirta Sumirat sempat direnovasi beberapa kali. Sehingga bentuknya berubah. Selain itu, langgar ini menyimpan beduk tua.

Langgar Tirta Sumirat Keraton Kacirebonan, Kota CirebonLanggar Tirta Sumirat Keraton Kacirebonan, Kota Cirebon Foto: Sudirman Wamad

"Ada beberapa kali revitalisasi langgar. Awalnya sederhana, semi permanen. Tidak semuanya bata, yakni bilik bambu," kata Ketua Unit Kepurbakalaan Keraton Kacirebonan Elang Iyan Ariffudin saat berbincang dengan detikcom di Keraton Kacirebonan, Kota Cirebon, Jawa Barat.

Iyan mengatakan Langgar Tirta Sumirat dibangun lebih awal ketimbang Keraton Kacirebonan. Usia langgar ini lebih tua dibandingkan Keraton Kacirebonan. Iyan mengatakan Langgar Tirta Sumirat dibangun oleh Sultan Kacirebonan I Sultan Carbon Amirul Mukminin. Mulai menjabat pada tahun 1808.

"Langgar Tirta Sumirat ini dibangun Pangeran Raja Kanoman atau Sultan I Kacirebonan dan istrinya, yakni sebelas tahun lebih awal dibandingkan bangunan keraton. Dibangun pada 1797," kata Iyan.

Langgar Tirta Sumirat Keraton Kacirebonan, Kota CirebonBagian dalam Langgar Tirta Sumirat Keraton Kacirebonan, Kota Cirebon Foto: Sudirman Wamad

Iyan menilai Sultan I Kacirebonan meniru apa yang dilakukan Nabi Muhammad saat mendirikan perkampungan. Nabi selalu membangun tempat ibadah lebih dulu.

"Setiap membangun perdukuhan (perkampungan) yang awal dibangun adalah tempat ibadah, seperti langgar ini," kata Iyan.

"Ya ini (langgar) bagian dari Hablun Minallah dan Hablun Minannas. Selain menjadi tempat ibadah, sebagai tempat musyawarah juga pada zaman dulu," kata Iyan.

(mso/mso)