Cegah Pemudik, Ini Titik Penyekatan di Cianjur dan Banjar

Faizal Amiruddin, Ismet Selamet - detikNews
Kamis, 15 Apr 2021 15:31 WIB
Ilustrasi perantau berbondong-bondong datang ke kota.
Ilustrasi pemudik. (Ilustrator: Edi Wahyono
Cianjur -

Polres dan Pemkab Cianjur menyiapkan 8 titik pos penyekatan di setiap perbatasan untuk mencegah masuknya pemudik dari luar kota. Larangan mudik dilakukan untuk menekan penyebaran COVID-19.

Kasat Lantas Polres Cianjur AKP Meilawaty mengatakan 8 titik penyekatan yakni Puncak dan Cikalong yang merupakan perbatasan Cianjur-Bogor, Gekbrong, Takokak dan Agrabinta yang perbatasan Cianjur-Sukabumi. Serta akses Haurwangi Naringgul, dan Cidaun yang merupakan perbatasan Cianjur-Kabupaten Bandung.

"Total ada delapan titik. Namun untuk yang selatan nanti diserahkan pengawasan dan penjagaannya pada polsek," kata Meilawaty, Kamis (15/4/2021).

Dia mengatakan penyekatan dilakukan bukan untuk menghentikan mobilisasi masyarakat, melainkan untuk mencegah adanya penyebaran COVID-19 dari luar kota ke Cianjur. Tidak hanya itu, penyekatan atau penjagaan tersebut juga dilakukan untuk memantau adanya travel gelap yang mengangkut penumpang dari luar kota menuju Cianjur.

"Penyekatan dilakukan bukan untuk menghentikan mobilisasi masyarakat tapi sebagai bentuk upaya pencegahan penyebaran Covid-19 serta untuk memantau adanya travel gelap yang membawa pemudik," ujar Meilawaty.

Plt Bupati Cianjur Herman Suherman, mengatakan pihaknya akan memerintahkan Satpol PP dan Dishun Cianjur untuk lakukan pengecekan di setiap perbatasan. Menurutnya, penjagaan tidak hanya dilakukan menjelang musim mudik, namun dari pertengahan bulan Ramadhan. Masyarakat dari luar daerah diwajibkan menunjukkan surat hasil rapid test antigen jika ingin masuk Cianjur.

"Mulai dari kendaraan pribadi hingga angkutan umum akan diperiksa. Kalau memang tidak bawa surat rapid antigen, kami akan pulangkan ke daerah asalnya. Kami akan jalankan aturan pusat terkait larangan mudik," tutur Herman.

Selanjutnya
Halaman
1 2