Salat Tarawih di Masjid Agung Serang, Masih Ada Jemaah Tak Pakai Masker

Bahtiar Rifa'i - detikNews
Senin, 12 Apr 2021 21:02 WIB
Serang -

Salat tarawih hari pertama di Masjid Agung Kota Serang Ats Tsauroh ramai diikuti jemaah. Tapi sayang masih ada saja sebagian kecil jemaah yang tak menggunakan masker saat pelaksanaan salat.

Pantauan detikcom sejak pukul 19.30 WIB, jemaah telah memenuhi bagian dalam masjid. Barisan jemaah dipenuhi hingga bagian belakang.

Ruangan dibagi dua antara jemaah lelaki dan perempuan yang dibatasi sekat. Antara jemaah barisannya ditandai dengan tanda silang agar saat salat berjarak satu meter.

Namun, terlihat masih ada sebagian kecil jamaah yang tidak menggunakan masker saat dimulai salat isya dan tarawih.

Salat tarawih pertama di masjid ini juga dihadiri oleh Wali Kota Serang Syafrudin dan jajarannya. Sebelum dimulai tarawih ada imbauan dari pengurus masjid agar jemaah mentaati protokol kesehatan.

"Menyampaikan imbauan bahwa setelah diberikan kesempatan jemaah untuk menerapkan protokol kesehatan," kata pengurus Masjid Agung Ma'mun Syahroni, Senin (12/4/2021).

Wali Kota Syafrudin juga menyampaikan bahwa Kota Serang jadi wilayah yang dibolehkan mengggelar salat tarawih berjamaah. Namun kapasitas masjid harus 50 persen.

"Akan tapi perlu kita syukuri bahwa di Kota Serang Alhamdulillah tidak termasuk zona merah dan tidak termasuk yang dilarang melaksanakan ibadah," ujarnya.

Ia juga mengingatkan bagi jemaah agar menggunakan masker saat mengikuti ibadah. Pengurus masjid harus memperingati jemaah yang abai protokol dan bila perlu menyediakan masker.

"Semuanya dari malam pertama dan seterusnya pakai masker. Ketua DKM tolong diperingatkan bagi masyarakat yang tidak pakai masker diperingatkan kalau tidak minta ke pemkot," tegasnya.

Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkompinda) sendiri telah menyepakati dibolehkannya tarawih di Kota Serang. Namun, jika penyebaran COVID-19 semakin tinggi, maka tarawih bisa dilakukan di rumah masing-masing.

"Masyarakat dapat menjalanka ibadah wajib dan amaliyah termasuk salat tarawih dan Idul Fitri. Menyesuaikan dengan edaran kita boleh tarawih tadarus juga perayaan Idul Fitri," kata Syafrudin sore tadi.

Pemkot juga mengizinkan kegiatan buka bersama. Tapi, warung, cafe dan tempat hiburan diminta tutup.

"Bukber dibolehkan, ini ada edaran Menteri Agama, hanya memang diperketat prokes. Tarawih, tadarusan boleh, ceramah, tausiyah kultum, kuliah subuh cuma waktunya dibatasj hanya 15 menit, audien paling banyak 50 persen kapasitas," ujarnya.

Hal lain yang dilarang adalah saur on the road, tempat hiburan dan menyalakan petasan mercon dan kembang api. Khusus pedagang makanan larangan mulai dari sehabis subuh hingga pukul 16.00 WIB.

(bri/mso)