Warga Bandung Bersihkan Puing Rumah Usai Diterjang Hujan-Angin Kencang

Muhammad Iqbal - detikNews
Senin, 12 Apr 2021 13:56 WIB
Warga bersihkan puing bangunan yang rusak diterjang hujan dan angin kencang.
Warga bersihkan puing bangunan yang rusak diterjang hujan disertai angin kencang (Foto: Muhammad Iqbal/detikcoom).
Kabupaten Bandung -

Warga Desa Cikadut, Kecamatan Cimenyan, Kabupaten Bandung mulai membersihkan puing-puing rumah yang rusak diterjang hujan disertai angin kencang. Sejumlah relawan dan TNI ikut membantu warga.

Sebelumnya, Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kabupaten Bandung mencatat ada 99 rumah warga yang mengalami kerusakan. Kerusakan terjadi di dua desa, yakni Desa Cikadut dan Desa Sindanglaya, Kecamatan Cimenyan, Kabupaten Bandung, Minggu (11/4) siang.

Warga dibantu oleh sejumlah relawan dari desa maupun TNI dalam menyingkirkan puing-puing asbes yang berserakan di jalan. Selain itu, mereka pun menyingkirkan asbes dan seng yang berisiko rusak dan menimpa pemilik rumah.

Seperti dilakukan Ido (56), yang tengah mengeringkan sejumlah pakaian dan alat elektronik yang basah kuyup. Kemarin, kata Ido, angin kencang datang dari arah timur menyapu sejumlah rumah.

Rumahnya sendiri mengalami kerusakan pada bagian atap kamar. Saat itu, ia sedang sendiri di dalam rumah dan mencoba menyelamatkan sejumlah barang berharga.

Ido menyebut sebelum terjadinya angin kencang, sempat terjadi hujan es. Hujan es yang jatuh di atas seng rumahnya membuat suara yang gaduh.

"Kejadiannya jam 2 siangan, beres kerja bakti. Udah gelap ketika itu. Tahu-tahu ada suara gemuruh, hujan sama angin. Keluar ada seng menghalangi jalan tahunya itu atap rumah saya," tutur Ido kepada detikcom, Senin (12/4/2021).

Saat ini, dirinya hanya bisa menutupi atap rumahnya menggunakan terpal. Selain rumah, ada pula pohon-pohon di belakang rumahnya yang tumbang.

Hal serupa dialami pula oleh Eva Devi (42). Eva tidak tahu percis bagaimana kejadian tersebut karena sedang berada di luar rumah. Ketika pulang, ia kaget kondis atap rumahnya sudah tidak ada.

"Saya jam 7 malem baru pulang. Semua kondisi barang sudah basah, rumah atapnya sudah enggak ada, enggak tahu ke mana," katanya.

Ido dan Eva berharap segera ada bantuan dari pemerintah setempat. Pasalnya, kondisi rumahnya sangat tidak memungkinkan untuk didiami dan juga berisiko menjadi parah apabila terjadi bencana susulan.

"Saya inginnya segera ada bantuan apalagi menjelang puasa. Lumayan kan sekarang harga bahan bangunan lagi mahal-mahalanya juga," katanya.

(mso/mso)