Didakwa Aniaya Sopir Taksi Online, Habib Bahar Bicara Perdamaian

Dony Indra Ramadhan - detikNews
Selasa, 06 Apr 2021 15:24 WIB
Sidang Vonis Habib Bahar
Habib Bahar Bin Smith (Foto: Dony Indra Ramadhan)

Hakim lantas mempersilakan kuasa hukum Bahar menanggapi. Ichwan Tuankotta, kuasa hukum Bahar, dalam sidang pun menyebutkan bila sudah ada perdamaian antara Bahar dan Andriansyah.

"Memang dari awal sudah ada perdamaian tertulis, ada dua alat bukti tertulis dan keterangan saksi baik itu perdamaian pencabutan laporan dan kompensasi sudah diterima. Kami sudah menyerahkan berkas itu di tingkat kepolisian dan kejaksaan makanya klien kami bingung gitu menyampaikan. Karena selama ini berdamai tidak ada apa-apa. Bahkan nanti kalau Jaksa hadirkan korban, silakan langsung," tutur Ichwan.

Hakim juga kemudian meminta Jaksa menanggapi secara lisan terkait perdamaian ini. Jaksa Kejati, Suharja kemudian berujar bila perdamaian ini nantinya akan masuk di pertimbangan saat penuntutan.

"Terkait apa ya g disampaikan Habib Bahar maupun penasihat hukumnya telah ada perdamaian, namun kami Penuntut Umum berpendapat harus ada kepastian, makanya dilakukan proses persidangan. (Perdamaian) kami pertimbangkan dalam proses penuntutan," kata Suharja.

"Jadi untuk menjadi jelas, benar atau tidak (perbuatan yang didakwakan), kami perlu mendengar apakah kejadiannya benar seperti itu atau ada hal lain," kata Hakim menanggapi.

"Saya berharap yang mulia memutuskan seadil-adilnya," ucap Bahar menimpali.

"Insyaallah. Tapi kami belum tentu memuaskan semua orang. Keadilan itu berada di mana nanti kita bicara setelah dengarkan saksi-saksi," kata hakim menjawab Bahar.

Sidang pun ditutup. Jaksa rencananya akan menghadirkan saksi-saksi pada sidang lanjutan yang akan digelar pekan depan.

Sebelumnya, Habib Bahar bin Smith kembali terjerat kasus dugaan penganiayaan. Dia ditetapkan sebagai tersangka oleh Polda Jabar atas kasus penganiayaan. Kasus dugaan penganiayaan itu dilaporkan seseorang bernama Andriansyah pada tahun 2018 ke Polda Jabar. Belakangan, Direktorat Reserse Kriminal Umum Polda Jabat menaikkan status terlapor Bahar menjadi tersangka.

Perbuatan Bahar ini mengakibatkan korban mengalami luka. Dalam persidangan, Bahar didakwa dengan pasal 170 KUHP ayat (2) ke-1 tentang kekerasan dalam dakwaan pertama dan Pasal 351 KUHP ayat 2 tentang penganiayaan jo Pasal 55.

Halaman

(dir/bbn)