'Thrifthing' Mulai Ngetren di Kalangan Anak Milenial Karawang

ADVERTISEMENT

'Thrifthing' Mulai Ngetren di Kalangan Anak Milenial Karawang

Yuda Febrian Silitonga - detikNews
Minggu, 04 Apr 2021 19:56 WIB
Thrifting tengah digandrung anak muda Karawang di tengah pandemi
Thrifting tengah digandrung anak muda Karawang di tengah pandemi (Foto: Yuda Febrian Silitonga)

Hingga akhirnya, satu sama lain thrifter di Karawang mulai bermunculan, dan saling mengenal, dan membentuk KTM.

"Akhirnya, saya bisa bertemu banyak thrifter di Karawang, dan kami akhirnya bentuk KTM tahun ini," akuinya.

Dari perkumpulan KTM tersebut, ia menambahkan bahwa thrifter bukan sekadar jual barang bekas, namun ada kaitan kelestarian dalam lingkungan hidup.

"Jadi dari pengalaman menjadi thrifter, banyak ilmu yang didapatkan, dari mulai metode baru dalam berbisnis, juga ternyata, menjual produk fesyen bekas yang memang layak pakai mampu mengurangi dampak perubahan iklim," katanya.

Menurutnya, tren thrifting ini mampu mengurangi limbah produk fesyen. Atau dengan istilah lain menghilangkan kebiasaan "fast fashion".

"Jadi istilah fast fashion ini juga sesuatu ilmu baru yang didapatkan dari para senior thrifter, jadi ternyata kebiasaan membeli produk baru fesyen akan memperbanyak limbah fesyen yang ada, dan tentunya setiap produk fesyen tersebut menyumbangkan bahan yang berbahaya bagi kelestarian lingkungan," terangnya.

Jadi akuinya, Thrifting merupakan salah satu solusi untuk mengurangi limbah fesyen yang ada."Jadi menurut Thrifter, membeli produk bekas yang memang masih bagus, dan layak pakai ini sama saja mengurangi produksi fesyen, dan mengurangi limbahnya," terangnya.

"Jadi tahun ini bisa dikatakan tahun emasnya para thrifter, karena minat beli produk Thrifting oleh anak muda Karawang meningkat tajam," akuinya.Sementara itu, kini, tren thrifting di Karawang mulai digemari banyak anak muda. KTM mengakui, tahun ini zaman keemasan bagi thrifter di Karawang.

Saat ini saja katanya, beberapa acara Thrifting bermunculan di beberapa wilayah di Karawang."Kemarin KTM sudah buat di Karawang kota, tepatnya di Store Crimez, terus di Karawang Utara, ada Azka Thrift Market, dan pada tanggal 7,8,9 April nanti KTM akan buat acara yang diikuti lebih dari 20 thrifter, acaranya di Cikampek," jelasnya.

Tren ini, tentunya merupakan hal positif bagi anak muda di Karawang, karena apa yang dilakukannya juga merupakan upaya meningkatkan peluang ekonomi di masa pandemi.

"Jadi ramainya market ini, tentunya sebuah nilai positif bagi thrifter yang kebanyakan anak-anak muda Karawang yang menjadi peluang baru mencari rezeki di masa pandemi ini," ungkapnya.

Terkait harga produk Thrifting, berkisar dari 50 ribu hingga ratusan ribu."Produk thrifting harganya bisa terbilang murah, kisaran 50 ribu sampai ratusan ribu, tergantung kondisi produknya juga, kalau memang masih dinilai bagus biasanya sampai ratusan ribu," katanya.

Rata-rata penghasilan bersih thrifter perbulan itu mampu mengalahkan UMR (Upah Minimum Regional) Karawang."Kalau penghasilan lumayan bisa melebih UMR nya Karawang yang terbesar di Indonesia ini," pungkas lulusan sarjana komunikasi ini saat mengakhiri wawancara.


(mud/mud)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT