Harga Jual Gabah Anjlok, Petani di Pangandaran Merugi

Faizal Amiruddin - detikNews
Selasa, 09 Mar 2021 16:29 WIB
Petani di Pangandaran tengah panen padi. Harga jual gabah di Pangandaran sedang anjlok.
Foto: Petani di Pangandaran tengah panen padi. Harga jual gabah di Pangandaran sedang anjlok (Faizal Amiruddin/detikcom).
Pangandaran -

Harga jual gabah kering panen (GKP) di tingkat petani Kabupaten Pangandaran turun drastis. Kondisi ini menyusul datangnya musim panen padi pertama di tahun 2021 ini. Sehingga produksi melimpah sementara permintaan tidak berubah.

Mutiah seorang petani di Kecamatan Pangandraan mengatakan harga jual GKP biasanya berada di harga Rp 4.500 sampai Rp 5.000 per kilogram. Namun saat ini harga jual turun sampai menyentuh Rp 3.700 per kilogram.

"Alhamdulillah, kalau hasil panen padi tahun ini bagus dan memuaskan. Hanya saja memasuki puncak panen raya harga gabah kering panen turun drastis sekitar Rp 1.300 per kilogram dalam dua pekan terakhir ini. Padi hanya diterima Rp 3.700 per kilogram. Hitungannya rugi kalau dijual segitu," kata Mutiah, Selasa (9/3/2021).

Dia menilai turun harga gabah saat memasuki puncak panen raya padi pada 2021 di daerahnya disebabkan minimnya permintaan gabah di tengah pandemi COVID-19.

"Walaupun harga murah, terpaksa kami jual terus untuk keperluan biaya hidup. Lagi pula gabah baru dipanen itu kalau mau disimpan harus dikeringkan dulu. Butuh biaya dan waktu lagi, sementara kami terdesak kebutuhan. Jadi dijual saja walaupun harga murah," kata Mutiah.

Proses menjemur gabah biasanya dilakukan petani secara manual di atas tikar dan terpal. Proses pengeringannya membutuhkan waktu sekitar 3 hari untuk satu ton gabah.

"Memang sudah biasa kalau panen raya pasti harganya ancur-ancuran. Repot jadi petani mah," kata Mutiah.

Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Pangandaran Sutriaman membenarkan adanya penurunan harga jual gabah di Pangandaran. "Itu akibat panen berbarengan, jadi harga turun," kata Sutriaman.

Sutriaman menjelaskan pihaknya sudah menyusun formulasi program untuk mengantisipasi kondisi yang terus berulang setiap musim panen itu. Caranya dengan mengintervensi peran kelompok lumbung padi.

"Ketika musim panen dan harga jual gabah turun, maka lumbung padi ini akan memberikan dana talang atau pinjaman kepada petani. Ketika harga sudah normal, baru gabah dijual," kata Sutriaman.

Pinjaman yang diberikan lumbung padi itu hanya sebatas untuk kebutuhan mendesak yang dialami petani. Jaminannya cukup dengan menyimpan gabah di lumbung.

"Waktu untuk menunggu harga gabah kembali normal biasanya tak lama. Satu bulan juga sudah normal lagi," kata Sutriaman.

Dia juga mengingatkan petani agar tak menerima sistem ijon dari tengkulak, sehingga petani tetap memiliki posisi tawar ketika panen.

Saat ini baru di kelompok lumbung pangan Desa Cikalong Kecamatan Sidamulih Pangandaran yang sudah menerapkan konsep tersebut.

"Tahun ini sudah kami programkan untuk memperluas kelompok lumbung tersebut. Nanti kelompok ini akan diberi bantuan membangun gudang dan mesin pengering gabah. Mudah-mudahan bisa segera direalisasikan," kata Sutriaman.

Tonton juga Video: Grandong Si Penggiling Padi Keliling, Desa Karetan Banyuwangi

[Gambas:Video 20detik]



(mso/mso)