Bima Arya Sebut Vaksin COVID-19 Mulai Efektif Tingkatkan Antibodi

M. Sholihin - detikNews
Selasa, 09 Mar 2021 14:55 WIB
Wali Kota Bogor Bima Arya
Foto: Wali Kota Bogor Bima Arya (M. Sholihin/detikcom).
Bogor -

Wali Kota Bogor Bima Arya Sugiarto mengatakan vaksinasi COVID-19 yang diberikan terhadap tenaga kesehatan (nakes) di Kota Bogor mulai bereaksi dan meningkatkan antibodi. Hal itu, kata Bima, terlihat dari angka keterpaparan nakes yang kian turun hingga hari ini.

"Ada satu angka yang menarik adalah kita lihat dari beberapa bulan, bahkan dari awal bahwa tingkat keterpaparan nakes ini drop sekali. Artinya apa, vaksin tahap pertama berhasil," kata Bima Arya usai rapat evaluasi penanganan COVID-19 Kota Bogor, Selasa (8/3/2021).

"Februari masih ada 10 nakes yang terpapar, sekarang (Maret) sudah nol. Jadi vaksin ini bereaksi, vaksin ini berhasil, dan tidak ada efek samping, antibody naik semua, beberapa laporan menunjukkan bahwa tingkat antibody naik," ucap Bima menambahkan.

Seperti diketahui, sebanyak 10.732 nakes yang jadi sasaran vaksinasi di tahap pertama telah selesai dilakukan Pemkot Bogor. Saat ini, Pemkot Bogor masih melaksanakan vaksinasi tahap 2 dengan sasaran pelayan publik, seperti TNI, Polri, ASN, pelaku pariwisata, pedagang hingga ojek online.

"Vaksinasi, untuk sasaran tahap 1 yaitu nakes sudah selesai, jumlahnya yang divaksin 10.732 nakes. Kemudian, yang tahap 2 dengan sasaran pelayanan publik, kita sudah lakukan penyuntikan terhadap 11 ribuan sasaran, untuk ASN, TNI, Polri sudah selesai," ucap Kadinkes Kota Bogor Sri Nowo Retno, Selasa (9/3/2021).

"Kemudian sekarang sasarannya pendidik, semoga bisa dilakukan dan pekan ini juga bisa selesai, kemudian pedagang masih kita atur jadwalnya karena berkaitan dengan ketersediaan vaksin," tambah Sri Nowo.

Selain itu, kata Sri Nowo, Pemkot Bogor tengah menjadwal vaksinasi untuk lansia.

"Kemarin kita dapat vakai tambahan 5.500 vial, itu nanti untuk yang kekurangan pelayan publik dan lansia. Karena kemarin ada arahan dari pusat bahwa lansia sudah bisa divaksin," kata Sri Nowo.

"Untuk lansia kita akan jadwalkan juga tentunya dengan skala prioritas. Pendataan sudah dilakukan, tinggal penjadwalan nanti. Kita prioritaskan untuk lansia yang berada di area beresiko tingg," imbuhnya.

(mso/mso)