Dua Santri Diduga Dipukuli Oknum Guru Ponpes di Cianjur

Ismet Selamet - detikNews
Selasa, 09 Mar 2021 12:45 WIB
Ilustrasi Penganiayaan
Foto: Ilustrasi (istimewa).
Cianjur - Dua orang santri di Cianjur, Jawa Barat mengalami luka lebam di bagian punggung dan paha. Diduga santri yang masih di bawah umur itu mendapat tindak kekerasan dari oknum guru di pondok pesantren tempat keduanya belajar.

Informasi yang dihimpun, tindak kekerasan itu terjadi beberapa hari lalu. Awalnya korban keluar pondok untuk membeli sesuatu ke toko swalayan.

Diketahui jika salah seorang teman korban membuat kesalahan, namun korban juga ikut dipanggil oleh oknum guru tersebut dan dihukum dengan dipukul menggunakan benda tumpul.

Usai dipukuli dan mengalami memar, korban dan temannya yang juga mengalami hal serupa pun kabur. Namun lantaran terbatas ongkos, korban hanya sampai ke kawasan Cipanas dan berlindung di sana.

Adis Abeba (49), ibu korban, mengaku awalnya mendapatkan informasi jika anaknya kabur dari pondok pesantren. Setelah mencari, anaknya sudah diamankan oleh seseorang di dekat RSUD Cimacan.

Ia pun kaget mendapati anaknya ternyata kabur lantaran mendapat tindak kekerasan hingga punggung dan pahanya lebam.

"Dapat infonya anak saya kabur, tapi ternyata kaburnya karena dapat tindak kekerasan. Sedih saya begitu lihat banyak bekas luka di punggung hingga pahanya," kata dia saat ditemui di Mapolres Cianjur, Selasa (9/3/2021).

Adis mengungkapkan, dari pengakuan anaknya, tindak kekerasan tersebut bukan hanya terjadi kali ini, jika ada yang melakukan kesalahan para santri termasuk anaknya kerap dihukum secara berlebihan hingga mendapat tindak kekerasan tersebut.

"Anak saya dititipkan di sana untuk belajar, menimba ilmu agama. Tapi malah diperlakukan seperti ini," ucapnya seraya menangis.

Ia mengaku sudah melaporkan tindak kekerasan tersebut ke polisi. "Sudah lapor dari subuh. Sudah divisum juga. Saya minta pelaku dihukum supaya jera," ungkapnya.

Di sisi kain, HS, korban mengaku dia dihukum dengan cara dipukuli menggunakan kabel oleh oknum guru di ponpes yang berada di kawasan Kecamatan Cugenang tersebut.

"Dipukul pakai kabel. Teman saya yang buat kesalahan tapi saya juga kena hukum," kata dia.

Ia mengaku masih merasakan sakit setiap kali berjalan, akibat luka lebam di pahanya. "Kalau punggung terasa perih, tapi yang masih sering terasa yang di kaki," ucapnya.

Sementara itu, Kapolres Cianjur AKBP Moch Rifai mengatakan pihaknya sudah menerima laporan resmi dari korban dan ibunya. Polisi akan melakukan penyelidikan lebih lanjut terkait dugaan tindak kekerasan oleh oknum guru di salah satu pondok pesantren di Cianjur.

"Kita akan lakukan penyelidikan lebih lanjut, mengingat korban mengalami luka cukup parah di sekujur tubuhnya," kata dia. (mso/mso)