Penyintas COVID-19 Klaster Senam di Tasikmalaya Bertambah Jadi 25 Orang

Deden Rahadian - detikNews
Senin, 08 Mar 2021 17:12 WIB
Poster
Ilustrasi (Foto: Edi Wahyono)
Tasikmalaya -

Jumlah penyintas klaster senam sehat di Desa Puspahiang, Kecamatan Puspahiang, Kabupaten Tasikmalaya, kembali bertambah hingga Senin (08/03/21). Saat ini total 25 orang terkonfirmasi positif.

"Asalnya yang positif 21 warga asal Kecamatan Puspahiang yang ikut klub senam Papandayan dan keluarga. Sekarang bertambah empat orang sehingga total menjadi 25 orang," kata Atang Sumardi, Kabid P2P Dinas Kesehatan Kabupaten Tasikmalaya Jawa Barat.

Menurut dia, saat ini orang-orang yang ikut klub senam ini, tinggal 10 orang lagi yang belum swab tracking kontak. Mereka menolak dilakukan PCR.

"Ya kami meminta dan menghimbau, apalagi Gubernur sudah menginstruksikan untuk PPKM kepada masyarakat. Dan harus betul-betul diindahkan. Yakni selain 3 M, juga 2 M yaitu menjauhi kerumunan dan mengurangi aktivitas. Dan tambah 1 M, melaksanakannya. Jadi semua harus PCR yang ikut senam ke Papandayan. Ada yang nolak PCR 10 orang peserta senam, mungkin takut atau apa. Tapi kita akan wajibkan pcr," papar Atang.

Masyarakat harus menahan diri dan disiplin. Karena akan susah jika tidak mengindahkan atau disiplin terhadap protokol kesehatan. Sejauh ini terdapat 40 orang yang berangkat ke Gunung Papandayan Garut untuk Senam. Selain peserta senam, keluarga juga beberapa orang sudah terpapar Covid 19.

Sayangnya, alasan keterbatasan Fasilitas, Pasien Covid-19 yang terpapar hanya isolasi mandiri di rumah. Sementara aturan PPKM harusnya pasien terpapar jalani Isolasi terpusat.

"Memang PPKM dipusatkan isolasinya. Yah kalau bicara siap dan tidak siap walau kita sudah setahun Covid 19. Kondisinya seperti ini pak. Idealnya tiap kecamatan sudah harus punya tempat Isolasi Mandiri terpusat."Kata dr. Heru Suharto, Kadis Kesehatan Kabupaten Tasikmalaya.

Lihat juga Video: Selain Penyintas COVID-19, Perawat dan Jurnalis Juga Rentan PTSD

[Gambas:Video 20detik]



(mud/mud)