Lansia di Kota Cimahi Mulai Jalani Vaksinasi COVID-19

Whisnu Pradana - detikNews
Senin, 08 Mar 2021 16:54 WIB
Seorang lansia di Cimahi telah menjalani vaksinasi COVID-19.
Foto: Seorang warga lansia di Cimahi telah menjalani vaksinasi COVID-19 (Whisnu Pradana/detikcom).
Cimahi -

Sejumlah warga Kota Cimahi yang sudah lanjut usia (lansia) mulai menjalani vaksinasi COVID-19 di semua Puskesmas yang ditunjuk sebagai tempat pelaksanaan vaksinasi.

Pelaksanaan vaksinasi tahap II termin I untuk lansia di Kota Cimahi dijadwalkan selama dua hari yakni mulai Senin (8/3/2021) hingga Selasa (9/3/2021).

Seperti di Puskesmas Cimahi Tengah, nampak puluhan lansia berbondong-bondong mengantre untuk menjalani vaksinasi COVID-19. Ada yang datang diantar anggota keluarganya yang lain, ada pula lansia yang datang hanya seorang diri.

Kendati kebanyakan lansia sudah tidak dalam kondisi kesehatan yang prima namun mereka tetap antusias menerima penyuntikan vaksin COVID-19 demi terhindar dari paparan virus tersebut.

Kepala Puskesmas Cimahi Tengah Sri Utari mengatakan di Puskesmas Cimahi Tengah sendiri ada total 300 lansia yang bakal mendapatkan jatah vaksinasi COVID-19.

"Sasaran Puskesmas ini 300 lansia, selama dua hari. Dimulai hari ini dan target selesainya itu besok. Semua Puskesmas di Cimahi serempak berjalan juga vaksinasi lansia," ungkap Sri Utari kepada wartawan, Senin (8/3/2021).

Di Puskesmas Cimahi Tengah sendiri, lansia yang bakal menjalani vaksinasi COVID-19 berasal dari dua kelurahan yakni Kelurahan Cimahi dan Karangmekar.

Data lansia penerima vaksinasi COVID-19 berdasarkan laporan dari Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) yang disampaikan ke Dinas Kesehatan baru disampaikan ke masing-masing Puskesmas. Kemudian data tersebut akan diverifikasi oleh lurah dan ketua RW.

"Puskesmas kita kan membawahi Kelurahan Karangmekar dan Cimahi, nah teknisnya 1 RW tiap kelurahan, itu dilihat dari RW yang jumlah kasus COVID-19 terbanyak. Maka lansia dari RW itu yang diprioritaskan," terangnya.

Sama seperti penerima vaksin COVID-19 lainnya, para lansia tersebut bakal menjalani serangkaian pemeriksaan kondisi kesehatan sebelum dinyatakan siap dan boleh divaksinasi.

"Tapi ada yang tidak boleh seperti yang hipertensi, penyintas COVID-19, lalu yang memiliki komorbid tidak terkontrol. Kalau ada akan dilakukan konsul ulang dengan dokter yang menangani mereka. Kalau boleh baru akan divaksinasi," jelasnya.

Guru PNS dan Honorer Diajukan Divaksinasi

Sementara itu, Dinas Pendidikan (Disdik) Kabupaten Bandung Barat (KBB) mulai melakukan pendataan jumlah tenaga pendidik yang bakal menerima vaksinasi COVID-19.

Namun jika melihat data yang sudah ada tercatat ada sebanyak 7 ribu lebih guru PNS dan 11 ribu guru honorer. Jumlah tersebut akan diajukan seluruhnya ke Dinas Kesehatan (Dinkes) Bandung Barat untuk menerima vaksinasi COVID-19.

"Sudah kita coba ajukan, 7 ribu yang PNS dan 11 ribu yang honorer. Tapi kita juga harus melihat kuota dan dosis vaksin yang tersedia. Jadi semua tergantung Dinkes," ungkap Kepala Dinas Pendidikan KBB Asep Dendih, Senin (8/3/2021).

Vaksinasi COVID-19 sendiri jadi salah satu upaya untuk merealisasikan rencana pelaksanaan sekolah tatap muka seperti yang diwacanakan oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) pada Juli mendatang.

Namun pihaknya belum memastikan apakah bisa turut menggelar sekolah tatap muka di Bandung Barat, apalagi saat ini KBB kembali masuk zona merah usai ditemukan klaster ziarah di Desa Sariwangi, Kecamatan Parongpong.

"Untuk sekolah tatap muka di KBB belum bisa dipastikan, kita lihat dulu perkembangan kasus COVID-19," katanya.

Saat ini pihaknya masih melakukan survey kesiapan sekolah di Bandung Barat untuk menggelar sekolah tatap muka. Beberapa poin penting dalam pendataan tersebut yakni kesiapan guru serta sarana dan prasarana.

"Kita terus melakukan pendataan, ada beberapa format yang harus diisi dan disesuaikan untuk melihat kesiapan sekolah menggelar tatap muka. Terutama kesiapan guru dan sarprasnya," tuturnya.

Tak cuma dari sekolah, pihaknya juga perlu melakukan survey pada orangtua siswa. Sebab izin dari orangtua siswa jadi salah satu syarat mutlak sekolah tatap muka bisa digelar atau tidak.

"Sosialisasi ke orangtua juga terus kita lakukan. Karena kan setiap siswa harus diizinkan oleh orangtua. Intinya izin dari orangtua itu syarat utama sekolah tatap muka bisa digelar atau tidak," bebernya.

Lihat juga Video: Layanan Vaksinasi COVID-19 Drive Thru untuk Lansia Resmi Beroperasi

[Gambas:Video 20detik]



(mso/mso)