Heboh Wanita Pamer Pelat Nomor Dinas TNI Palsu, Bikinnya di Mana?

Dony Indra Ramadhan - detikNews
Kamis, 04 Mar 2021 22:23 WIB
Denpom III/5 Bandung menemukan pemilik mobil berpelat dinas palsu TNI yang viral di TikTok. Wanita itu dijemput untuk dilakukan penyelidikan.
Pelat dinas TNI palsu (Foto: Dony Indra Ramadhan)
Bandung -

Denpom III/5 Bandung telah melakukan penyelidikan terhadap perempuan pemilik pelat nomor dinas TNI palsu. Dari hasil penyelidikan, pemilik mengaku membeli pelat nomor palsu seharga Rp 1,5 juta.

Dari hasil penelusuran detikcom, Kamis (4/3/2021) pelat nomor itu tidak dijual secara eceran yang ada di tukang pelat nomor.

Dari keterangan seorang tukang pelat nomor bernama Ade yang biasa mangkal di kawasan Dipatiukur, Kota Bandung plat nomor semacam itu tidak bisa dibuat secara manual, melainkan harus menggunakan mesin cetak atau print.

"Itu di print. Kalau di saya yang biasa, terus logo yang dikasih Samsat bisanya kita rapihkan, kalau ga dicat ulang, ada juga pakai acrilyc pakai kaca. Kalau pelat nomor seperti itu saya tidak buat," kata Ade kepada detikcom.

Ade mengungkapkan, lambang atau huruf timbul yang biasa ada di pelat nomor pejabat TNI Polri juga tidak dapat dibuat dengan cara manual atau hanya diketuk menggunakan palu dan dicat dengan cat semprot saja.

"Huruf ada diketuk-ketuk, seperti bawaan Samsat, kita hanya merapihkan, di saya hanya ada yang seperti itu saja. Kalau mengukir logo tidak bisa saya," ungkapnya.

Lalu, dimana plat nomor semacam itu bisa ditemukan?

"Saya suka lihat di YouTube, kalau di Bandung tidak tahu, kalau di YouTube diukir, pakai mesin. Biasanya ada di YouTube, kalau saya enggak menduplikat, paling yang patah baru saya buat lagi, motor mobil ada, tapi kebanyakan yang merapihkan," jelasnya.

Ade menuturkan, untuk merapihkan sekaligus mencat plat nomor dari harga Rp 70-160 ribu satu pasang, Rp 160 itu buat yang acrilyc. Sedangkan untuk mobil Rp 90-500 ada, tergantung panjang acrilycnya.

Ade tidak mengaku khawatir dengan kejadian pemalsuan plat nomor tersebut. Pasalnya, dirinya tidak pernah mendapatkan pesanan pemalsuan plat nomor TNI atau Polri, bahkan ia hanya menerima merapihkan dan membuat plat nomor biasa saja, bawaan Samsat.

"Enggak khawatir, soalnya saya tidak buat seperti itu, enggak ada masalah kalau buat yang gini mah, karena ini langsung dari Samsat. Kalau pun ada, saya tidak terima apalagi enggak ada alat, kita kan manual, kalau itu sistimnya komputer," jelasnya.

"Itu produksinya besaran, seperti plat nomor yang ada neon box, nyala, sudah variasi gitu, bahan dan peralatan kumplit. Kalau manual susah, buat bintang dan bahan plat juga susah bahannya," pungkasnya.

Lihat juga Video: POM TNI Serahkan Kasus Wanita Pamer Pelat Dinas Palsu ke Polrestabes Bandung

[Gambas:Video 20detik]



(dir/mud)