Jabar Hari Ini: Corona B117 Ditemukan di Karawang-Viral Bocah Tasik Mesum

Tim detikcom - detikNews
Rabu, 03 Mar 2021 19:39 WIB
Yellow SARS-CoV-2 lineage B.1.1.7 mutation virus tape barrier beyond a quarantine point.
Foto: Ilustrasi (Getty Images/iStockphoto/serts).
Bandung -

Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil melaporkan mutasi virus Corona B117 ditemukan di Kabupaten Karawang. Bagaimana kronologisnya?

Sementara itu, perbuatan mesum dua bocah SD dan SMP di Kabupaten Tasikmalaya menghebohkan dunia maya. Komisi Perlindungan Anak Indonesia Kabupaten Tasikmalaya turun tangan untuk mengatasi kasus tersebut.

Di dunia politik, nama Ridwan Kamil terseret dalam kisruh konflik internal Partai Demokrat. Apa tanggapan Ridwan Kamil dan pakar dari Unpad?

Masih ada sejumlah peristiwa menarik yang terjadi di Jabar hari ini, berikut ulasannya:

Dua Kasus Corona B117 di Indonesia Warga Karawang

Virus Corona B117 ditemukan di Kabupaten Karawang. Pemprov Jabar mengungkapkan virus varian baru dari Inggris tersebut menjangkiti dua warga Karawang.

"Per hari ini datanya baru dua orang, karena virus varian ini pasti impor, bukan varian mutasi lokal," ucap Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil di Makodam III Siliwangi, Jalan Aceh, Kota Bandung, Rabu (3/3/2021).

Kang Emil--sapaan Ridwan--tak menjelaskan umur kedua warga Karawang yang terjangkit virus Corona B117 itu. Namun, yang pasti, kata dia, dua orang tersebut kini masih menjalani isolasi di rumah masing-masing.

"Masih diisolasi. Di rumah masing-masing," kata Emil.

Emil menuturkan saat ini pihaknya sudah meminta Dinas Kesehatan untuk berkoordinasi dengan Unpad melakukan penelitian. Hal ini dilakukan guna menentukan langkah yang diambil Pemprov Jabar dalam menghadapi virus ini.

"Kemudian bagaimana treatment kami sudah minta Kadinkes bersama Unpad untuk melakukan kajian. Kalau virus itu datang ke Jawa Barat, bagaimana nasihat buat kami-kami dalam merespons treatment-nya. Apakah sama atau tidak, bagaimana, kita sedang menunggu kajian," tutur Emil.

Kendati demikian, Emil menambahkan pihaknya sudah memerintahkan dilakukan tracing terhadap dua orang warga Karawang yang terjangkit virus Corona B117.

Dua warga Karawang terpapar virus Corona B117. Dinkes Karawang mengungkapkan dua perempuan itu Tenaga Kerja Indonesia (TKI) yang bekerja di Arab Saudi.
Data disampaikan Dinkes Karawang, dua orang itu inisial M (40), warga Kecamatan Lemah Abang, dan inisial A (45), warga Kecamatan Pedes. Pihaknya belum mengetahui pekerja M dan A di Arab Saudi.

"Untuk pekerjaannya, kami tidak tahu jelasnya, yang pasti bekerja sebagai TKI di Arab Saudi," kata Plt Kadinkes Karawang Nanik Jodjana, Rabu (3/3/2021).

Nanik menjelaskan dua TKI yang pulang dari Arab Saudi tersebut tiba di Indonesia berbeda hari dan waktu melalui Bandara Soekarno-Hatta. Keduanya menjalani tes PCR. Hasilnya positif terpapar virus Corona B117.

Pihak berwenang kemudian meminta keduanya menjalani karantina di sebuah hotel di Jakarta. "Setelah dites lagi, hasilnya sudah negatif," kata Nanik.

"Jadi B117 ini kasus pertama di Indonesia, berasal dari UK, Inggris, September 2020. Penyebarannya lebih cepat dibanding Corona di Indonesia," ucap Nanik.

"Tim sedang melacak, mengisolasi tambahan, tracing, testing lagi terhadap kontak erat," Emil menegaskan.

Heboh Video Asusila Sejoli Pelajar di Tasikmalaya

Aksi asusila sepasang pelajar di Kabupaten Tasikmalaya viral di Whatsapp Grup. Komisi Perlindungan Anak Indonesia Kabupaten Tasikmalaya melakukan investigasi.
KPAID menemukan fakta, pelaku yang terekam video masih duduk di Bangku Sekolah Dasar (SD) dan Sekolah menengah pertama (SMP).

"Memang betul kami dapati bahwa video viral, kami dalami dan investigasi terjadi di wilayah Kabupaten Tasikmalaya. Bahwa pemerannya masih anak anak usia Sekolah Dasar dan Sekolah Menengah Pertama (SMP). Dalam waktu dekat akan kami panggil para pihak yang terlibat. Kami lakukan edukasi," ucap Ketua KPAID Kabupaten Tasikmalaya Ato Rinanto di Kantor Pemda Tasikmalaya, Rabu (03/03/21).

Lokasi yang digunakan merupakan areal Kantor Desa yang berada satu komplek dengan Sekolah dan gedung PPK. Dipastikan pengambilan Video dilakukan siang hari. Diketahui, kedua anak ini beradegan layaknya orang dewasa sambil senderan di dinding bangunan. Sementara, seorang temannya menunggu dengan duduk di atas motor.

"Dalam investigasi ditemukan perbuatan ini dilakukan di areal Desa ada gedung PPK, sekolah dan dilakukan siang hari. Sementara pengambilan video oleh orang lain. Sudah kami temukan dan akan dipanggil," kata Ato.

Tindakan asusila pelajar ini disinyalir terjadi akibat minim pengawasan orang tua serta faktor belajar daring. Siswa lebih leluasa menggunakan gadget dengan alasan belajar daring.

"Ada korelasi ini dengan masa Pandemi Covid 19. Hari ini anak lebih leluasa memegang gadget ini bisa jadi salah satu pemicu," tambah Ato.

Bahkan Data KPAID Kabupaten Tasikmalaya tindak Kekerasan dan asusila setahun pandemi Covid-19 sangat tinggi. Angkanya terjadi 152 kasus dengan 80 persenya tindakan asusila.

"Pertama masapandemi tindak kekerasan di KabupatenTasikmalaya meningkat signifikan. Melibatkan 152 orang anak di tahun 2020. Delapan puluhpersenya a susila dan ini membuat kita prihatin," PungkasAto.

Jumlah Warga Positif COVID-19 Usai Ziarah ke Tasikmalaya Bertambah

Jumlah warga positif COVID-19 usai ziarah ke Tasikmalaya bertambah empat orang. Dari 70 warga yang ikut ziarah, kini 43 warga Kampung Pangkalan, Desa Sariwangi, Kecamatan Parongpong, Kabupaten Bandung Barat (KBB) yang positif COVID-19.

Dari 43 orang yang terpapar corona itu, empat orang sudah dinyatakan sembuh. Selain itu terungkap satu warga dengan status probable meninggal.

"Satu probable meninggal dunia. Dia enggak ikut ziarah ke Tasikmalaya, tapi keluarganya ada yang ikut. Meninggalnya tanggal 21 Februari kemarin. Karena probable, pemakamannya sesuai protokol COVID-19," ujar Plt Kepala Puskesmas Ciwaruga Ika Jatnikawati, Rabu (3/3/2021).

Menurutnya saat ini, jumlah pasien yang aktif sebanyak 39 orang karena 4 orang sudah sembuh. "Dari jumlah itu, dua orang dirawat di rumah sakit tapi sudah melewati masa kritis," ujarnya.

Sementara total kontak erat yang berhasil ditelusuri sebanyak 147 orang. Sebanyak 25 orang di antaranya sudah menjalani swab test.

"Sudah ada 25 orang yang menjalani swab test. Tinggal menunggu hasilnya keluar. Lalu ada tujuh orang lagi yang mau swab test, sisanya masih banyak yang belum," terangnya

Berdasarkan hasil penelusuran PuskesmasCiwaruga sumber penularanCOVID-19 tersebut berasal dari tiga warga positifCOVID-19 namun berstatusOTG. Tiga orang tersebut ikut dalam kegiatan ziarah keTasikmalaya yang dilaksanakan pada pekan lalu. Kini kawasan itu dilakukanlockdown.

Eks Bupati Bogor Rachmat Yasin dituntut 4 Tahun Penjara

Mantan Bupati Bogor Rachmat Yasin dituntut 4 tahun penjara. Rachmat Yasin terbukti melakukan tindak pidana korupsi berupa menerima gratifikasi.
Tuntutan itu dibacakan tim Jaksa Penuntut Umum (JPU) KPK dalam sidang tuntutan yang berlangsung di Pengadilan Tipikor Bandung, Jalan LLRE Martadinata, Kota Bandung, Rabu (3/3/2021).

Dalam tuntutannya, JPU KPK menyebut Rachmat Yasin terbukti bersalah melanggar Pasal 12 B Jo Pasal 12 C UU Tindak Pidana Korupsi sesuai dakwaan pertama.

"Memohon majelis hakim menjatuhkan hukuman penjara selama empat tahun," ujar JPU KPK Dian Hamisena saat membacakan amar tuntutannya.

Selain hukuman badan, JPU KPK juga menghukum Rachmat Yasin denda Rp 200 juta dengan ketentuan bila tidak dibayarkan diganti kurungan selama dua bulan.

Atas tuntutan 4 tahun penjara tersebut, Rachmat Yasin akan mengajukan pembelaan. Pembacaan pleidoi atau pembelaan sendiri akan dilakukan pada sidang selanjutnya atau pekan depan.

Sementara itu dalam persidangan, JPU KPK juga menimbang hal memberatkan dan meringankan. Untuk hal meringankan, Rachmat Yasin dinilai kooperatif, mengakui perbuatan, menyesali perbuatan dan sudah mengembalikan kerugian negara.

"Hal memberatkan terdakwa tidak mendukung program pemerintah dalam pemberantasan korupsi," tuturnya.

Sekedar diketahui, Mantan Bupati Bogor Rachmat Yasin didakwa menerima gratifikasi dari sejumlah satuan kinerja perangkat daerah (SKPD) Kabupaten Bogor senilai Rp 8,9 miliar. Selain duit, Rachmat Yasin juga didakwa menerima ratusan hektare tanah dan mobil.

"Bahwa terdakwa telah melakukan perbuatan yang harus dipandang sebagai perbuatan yang berdiri sendiri sehingga merupakan beberapa kejahatan menerima gratifikasi berupa uang seluruhnya berjumlah Rp 8,9 miliar dari beberapa orang kepala Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) Pemerintah Kabupaten Bogor," ujar Jaksa KPK Ikhsan Fernandi Z saat membacakan surat dakwaannya.

Selain menerima uang, Rachmat Yasin juga didakwa telah menerima gratifikasi berupa tanah. Pemberian tanah itu dilakukan oleh seorang pengusaha bernama Rudy Wahab. Tanah yang diberikan seluas 170.442 meter persegi di Desa Singasari, Kecamatan Jonggol, Kabupaten Bogor.

"Dan menerima satu unit mobil merek Toyota Alphard Vellfire G 2400 CC tahun 2010 warna hitam dari Mochammad Ruddy Ferdian," kata dia.

Pemberian gratifikasi uang Rp 8,9 miliar disebut atas permintaan Rachmat Yasin guna kepentingan Pilkad Kabupaten Bogor tahun 2013 dan Pileg tahun 2014.

Sedangkan gratifikasi tanah berkaitan dengan pengurusan izin pembangunan pesantren. Sedangkan pemberian mobil atas permintaan Rachmat Yasin kepada Rudy Ferdian yang merupakan rekanan kontraktor sekaligus timsesnya.

Rachmat Yasin merupakan mantan Bupati Bogor yang ditetapkan sebagai tersangka oleh KPK dalam dua kasus dugaan korupsi. Pada kasus pertama, Rachmat Yasin diduga menyunat anggaran SKPD senilai Rp 8,9 miliar untuk keperluannya, termasuk kampanye pada Pilkada 2013 dan Pileg 2014.

Kasus kedua,Rachmat Yasin diduga menerima gratifikasi berupa 20 hektare lahan dan mobil ToyotaVellfire. Gratifikasi berupa lahan diduga diterimaRachmat Yasin terkait pengurusan izin pesantren di kawasanJonggol, sedangkan gratifikasi mobil diduga diterima dari seorang pengusaha.

Masuk Bursa KLB Demokrat, Ini respons Ridwan Kamil dan kata Pakar Unpad

Nama Ridwan Kamil terseret dalam pusaran polemik Partai Demokrat. Namanya disebut-sebut sebagai kandidat calon Ketua Umum partai besutan Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) tersebut.

Pengamat Politik dari Universitas Padjadjaran (Unpad) Muradi menilai munculnya nama Ridwan Kamil mengindikasikan sosoknya sebagai figur elektoral muda. Muradi menilai, elektabilitas AHY pun cenderung tak meningkat signifikan setelah hampir setahun memimpin Demokrat.

"Jadi mungkin Demokrat butuh orang yang bisa meningkatkan elektoral partai. Wajar saja dan Kang Emil punya peluang itu dan sama seperti peluang dia memimpin partai di Golkar. Oke saja karena partai yang siap secara regenerasi maksimal sampai 2022 maka dia akan mampu kompetitif di 2024," ujar Muradi saat dihubungi, Rabu (3/3/2021).

Walau begitu, ujar Muradi, Ridwan Kamil jangan terburu-buru untuk masuk ke dalam pusaran konflik internal Demokrat. Ia menyarankan Ridwan Kamil sebaiknya mendulang dukungan dari partai lain dibandingkan masuk ke dalam partai yang menawarkannya posisi sebagai calon pimpinan.

"Karena banyak partai yang sebenarnya belum punya kader, seperti PAN, Demokrat, NasDem. Jadi peluang Kang Emil akan baik kalau menjaga ritme untuk menggali dukungan dari partai lain.Kalau dia ambil contoh Golkar saja maka ceruknya habis hanya dapat kolam kecil. Sementara karakternya lebih leluasa bergerak di kolam besar. Ini perlu digarisbawahi," katanya.

Selain itu, Muradi juga menilai Ridwan Kamil akan merugi jika masuk ke dalam Partai Demokrat dalam situasi partai yang diterpa konflik internal. Peluang untuk melenggang ke Pilpres 2024 pun cenderung sulit karena tarik menarik kepentingan dengan kader lama.

"Kolam politiknya makin kecil dan dia akan terjebak dalam konflik internal. Itu wasting time. Karena dia bukan kader lama. Peluang untuk fighting tak terlalu kuat dibandingkan kader lama. Sekarang kan pertarungan pendiri dan anak muda. Saya kira fokus saja, peluang itu akan hadir pada 2022. Ada dua kemungkinan, pertama ada proses pemilihan presiden konvensi NasDem misalnya, atau membangun komunikasi dengan semua partai. Karena peluangnya masih fifty-fifty," kata Muradi.

Lebih lanjut, tutur Muradi, sebaiknya Ridwan Kamil memanfaatkan sisa jabatan sebagai gubernur dan tak terburu-buru memakai baju partai politik. Seperti diketahui, Ridwan Kamil maju sebagai calon kepala daerah non-partai saat mengikuti Pilwalkot Bandung 2013 dan Pilgub 2018.

"Kedua, harus mengkaitkan bahwa kerja elektoral di Jabar sama dengan kerja politik nasional, jangan dibedakan harus sinergis karena dia wakil pemerintah pusat di daerah. Ketiga, baru membangun konektivitas dengan sejumlah wilayah yang punya basis kecenderungan pemilih Kang Emil contoh misalnya Jateng, Jatim, Bali, Indonesia timur. Tiga hal itu lebih baik ketimbang terjebak dalam dinamika soal pemilihan ketua partai," pungkasnya.

Saat dikonfirmasi detikcom, Ridwan Kamil mengatakan masih membaca situasi politik yang menyeret namanya ke dalam kisruh internal Partai Demokrat. "Saya belum tahu, saya baca dulu, belum bisa berkomentar lebih lanjut," kata Ridwan Kamil di RSP Unpad, Kota Bandung.

Sejauh ini, ia pun belum mendapatkan undangan maupun berkomunikasi dengan pihak yang menyebut namanya sebagai kandidat calon ketua Partai Demokrat. "Belum ada undangan," katanya.

Sebelumnya, salah satu pendiri PD, Darmizal, mengatakan sudah ada banyak nama yang diwacanakan untuk menggantikan Agus Harimurti Yudhoyono (AHY).

Menurut Darmizal, banyak kader PD menginginkan Kepala Kantor Staf Presiden (KSP) Moeldoko menggantikan AHY. Namun, Darmizal juga mengatakan ada nama lain yang muncul, seperti Edhie Baskoro Yudhoyono atau Ibas, Gubernur Jawa Barat (Jawa Barat) Ridwan Kamil atau RK, Gubernur Kalimantan Timur (Kaltim) Isran Noor, dan Ketum Partai Emas Hasnaeni.

(yum/mso)