Cegah Abrasi, Ribuan Tanaman Mangrove Ditanam di Pesisir Sukabumi

Syahdan Alamsyah - detikNews
Rabu, 03 Mar 2021 18:41 WIB
Penanaman mangrove di pesisit Sukabumi
Foto: Penanaman mangrove di pesisit Sukabumi (Istimewa).
Sukabumi -

Mengatasi abrasi di kawasan pesisir Kabupaten Sukabumi, ribuan bibit mangrove ditanam hari ini oleh Dinas Sosial (Dinsos) bersama Tagana, PKH, TKSK, Pensosmas dan sejumlah komunitas.

1.000 batang bibit mangrove yang bersumber dari program Kementerian Sosial (Kemensos) itu ditanam di wilayah Pesisir Simpenan, Kabupaten Sukabumi.

"Ini merupakan kelanjutan dari program kementrian sosial, yang awalnya dititik beratkan kepada Tagana, TKSK yang bekerjasama dengan kecamatan serta pemerintahan desa setempat," kata Suherlan Maulana, Korcam PKH Dinas Sosial Kecamatan Simpenan, Rabu (3/3/2021).

Suherlan mengatakan kegiatan ini dimulai dari kawasan pesisir Cisolok, Cikakak, selatan Ciracap, Ujung genteng dan kemudian kecamatan Simpenan. Untuk kegiatan kedua disebut Suherlan dilakukan secara sombolis dan melibatkan berbagai elemen.

"Tujuannya ini sebagai upaya mengatasi bencana bencana, khususnya wilayah pesisir pantai ataupun nantinya bisa dijadikan tempat wisata. Untuk perawatan nantinya ada tim relawan dinas sosial kabupaten Sukabumi yang akan memantau, yang tumbuh dan yang tidak akan terpantau secara berkala," jelasnya.

Ketika program penanaman bibit mangrove itu berjalan dengan baik, maka program tersebut akan terus berlanjut seiring penambahan bibit yang akan ditanam. Menurut Suherlan, keberadaan mangrove nantinya akan mengurangi abrasi di pesisir pantai.

"Untuk itu kami sudah mensosialisasikan termasuk Tagana, TKSK PKH kepada Keluarga Penerima Manfaat (KPM) bansos agar ikut memelihara tanaman ini karena ini sangat besar manfaatnya mengatasi abrasi di pesisir pantai, makanya dipilih pohon Mangrove," ujar Suherlan.

"Kalau program ini berjalan dengan baik seperti yang telah di laksanakan kementrian sosial di luar wilayah Kabupaten Sukabumi ini bisa ditambah kembali penanaman pohon Mangrove ini," pungkasnya.

(sya/mso)