Dimulai Maret, Pemprov Jabar Masih Siapkan Lahan Program Petani Milenial

Wisma Putra - detikNews
Minggu, 28 Feb 2021 09:40 WIB
Raup Rp 50 Jutaan Sekali Panen, Pria Milenial Ini Pilih Jadi Petani

Ahmad Sahid, pria milenial ini lebih memilih menjadi petani di daerahnya Dusun Sebindang, Kecamatan Badau, Kalimantan Barat. Sekali panen, Sahid bisa meraup Rp 50 juta.
Foto: Ilustrasi (Rachman Haryanto/detikcom).
Bandung -

Program Petani Milenial Jabar rencananya akan dimulai pertengahan Maret 2021 mendatang. Berbagai hal disiapkan agar program itu berjalan maksimal.

Kabiro Perekonomian, Setda Jabar Benny Bachtiar menyebutkan awalnya program Petani Milenial Jabar akan diluncurkan pada pertengahan Februari. Namun rencana itu batal dengan berbagai pertimbangan. Salah satunya mengenai kesiapan para peserta Petani Milenial dalam mengelola lahan yang diberikan.

"Dikhawatirkan mereka belum apa-apa patah semangat, makanya kita coba untuk mengkaji dulu," katanya Benny saat dihubungi, Minggu (28/2/2021).

Menurutnya, program yang memiliki solusi untuk mengurangi pengangguran di masa pandemi COVID-19 ditargetkan diluncurkan pertengahan Maret mendatang.

"Kita target pertengahan Maret, instruksi Pak Gubernur pertengahan Maret harus sudah launching dengan kesiapan keseluruhan," ujarnya.

Benny menyebut, antusias para milenial Jabar untuk program ini sangat tinggi. Bahkan ada juga warga di luar Jabar yang mendaftar. Sehingga, pihaknya harus melakukan seleksi kembali.

"Jadi begini, kitakan masih memetakan karena dari 9 ribu sekian yang mendaftar ada yang di luar Jabar yang mendaftar. Kita seleksi, kurang lebih ada sekitar 6 ribu sekian lagi. Dari 6 ribu sekian, nanti ada seleksi lagi, terutama akan kita kuatkan dulu anak-anak yang memang dekat dengan lahan," sebutnya.

"Itu tidak bisa sekaligus (diterima) karena ada tahapan, karena Pemerintah Provinsi Jabar sambil secara bertahap menyiapkan lahannya, karena lahan itu sendiri lahan perlu diinclearen (siap pakai), secara bertahap dibereskan," tambahnya.

Tak hanya itu, pihaknya bersama dinas terkait masih memetakan lahan. Setelah lahan siap, maka akan segera diumumkan kepada siapa saja program ini akan diberikan.

"Kita petakan dulu, dari Cianjur ada berapa, dari Indramayu ada berapa dan lainnya. Inikan harus diproses semua. Nanti setelah siap semua, Insya Allah akan diumumkan secara bertahap, misalkan yang sudah siap 100,38 hektar yang tersebar di Jabar, ada di Kabupaten Bandung, Bandung Barat, Sumedang, Tasikmalaya dan lainnya," jelasnya.

Seperti di Cianjur, yang sudah siap sekali sekitar 5 hektare di Cikadu (Cianjur Selatan). "Kita sudah ada juga anak-anak yang siap dekat wilayah tersebut. Mengapa begitu, karena Pemerintah Provinsi Jabar tidak menyiapkan dana untuk kebutuhan hidupnya, jadi minimal anak-anak petani milenial ini berdekatan antara lokasi pertanian dan rumahnya," terang Benny.

Selain lahan, pihaknya juga saat ini sedang mempersiapkan kebutuhan lainnya. Jangan sampai, program ini tidak berjalan. Karena program Petani Milenial Jabar ini dirancang sebagai program jangka panjang.

"Sambil kita juga mempersiapkan off-taker. Off-taker sudah siap, tapi off-taker yang memiliki konsep agronomisnya juga, dari hulu ke hilir siap. Karena begini, saya khawatir seperti program PPIK dulu, ada program bagus tapi tidak ada pembinaannya, dilepaskan begitu saja, kita juga tidak mau seperti itu," ujar Benny.

Benny berharap penerima program ini, menjadi salah satu pelopor petani milenial ke depannya. "Jadi ingin ada bimbingan dari mereka yang mulai bercocok tanam, sampai pemeliharaan dan menjual hasil komoditasnya. Makannya ini cukup memakan waktu untuk mempersiapkan itu semua, karena kami khawatir kalau ini buru-buru jadi boomerang buat anak-anak kita yang tadinya semangat melakukan aktivitas pertanian tapi karena kondisi seperti itu, akhirnya membuat mereka mundur," ujarnya.

Simak video 'Agrowisata Lembah Hijau Sukoharjo, Berwisata Menjadi Peternak Dan Petani Sayur Organik':

[Gambas:Video 20detik]



(wip/mso)