Round-Up

Melihat Lagi 'Bengkel Termahal di Kota Bandung'

Yudha Maulana - detikNews
Sabtu, 27 Feb 2021 09:02 WIB
Pemotor di Bandung dibikin penasaran dengan bengkel termahal di Kota Bandung. Meski di spanduk tertulis bengkel termahal, bengkel itu justru ramai pelanggan.
Ini lokasi 'Bengkel Termahal di Kota Bandung'. (Foto: Yudha Maulana/detikcom)
Bandung -

Pemilik bengkel sepeda motor Alfa Oil memiliki cara yang unik untuk mempromosikan usahanya. Alih-alih membuat spanduk berisi promo ekonomis, sang pemilik bengkel malah mencantumkan yang sebaliknya, yakni 'bengkel termahal di Kota Bandung'.

Riris (45) sang pemilik bengkel mengatakan, sejak spanduk berwarna kuning tersebut dipasang banyak pengendara sepeda motor yang memotret dan terlihat penasaran. Lokasi bengkel ini berada di Jalan Soekarno Hatta no 363, Kota Bandung, lokasinya di dekat perempatan Inhoftank-Mekarsari.

"Jadi ramai, kalau di sini memang suka ramai. Nambah ramai (setelah dipasang spanduk), orang kan penasaran yang biasa ke sini, biasa - biasa aja. Tapi karena ini lampu merah perempatan, orang berhenti di sini kan, tapi jadi banyak yang ke sini. Baguslah ini dibikin kaya gini," kata Riris saat ditemui di bengkelnya, Selasa (24/2).

Dia dan suaminya telah merintis usaha bengkel sejak 20 tahun yang lalu. Awalnya, usahanya berlokasi di Cibaduyut, namun delapan tahun yang lalu, mereka mulai melebarkan bisnisnya ke Jalan Soekarno-Hatta. "Pegawainya ada 11 orang, bukanya 24 jam," ujar Riris.

Menurut Riris, spanduk tersebut dipasang sebagai ungkapan satire kepada seseorang yang pernah mencemarkan nama baik bengkelnya di media sosial.

Kejadian itu berawal saat ada seseorang yang datang membawa motornya ke bengkel Riris untuk diperbaiki, sekitar jam 01.00 dini hari. Karena kondisi sepeda motor jenis bebek itu rusak berat, sehingga harus diperbaiki secara turun mesin.

"Terus dibongkarlah sama pegawai saya jam 1 malam, nah dia bilang gini saya, 'berapa sih' dia tanya, saya kasih estimasi harganya. Udah begitu ya udah oke, kasih DP (uang muka) dulu bang, berapalah terserah. Dikasihlah uang Rp 300 ribu kan," ucap Riris.

Pemotor di Bandung dibikin penasaran dengan 'bengkel termahal di Kota Bandung'. Meski di spanduk tertulis bengkel termahal, bengkel itu justru ramai pelanggan.Pemotor di Bandung dibikin penasaran dengan 'bengkel termahal di Kota Bandung'. Meski di spanduk tertulis bengkel termahal, bengkel itu justru ramai pelanggan. (Foto: Yudha Maulana/detikcom)

Namun, ternyata pada pagi harinya, pemilik sepeda motor tersebut kembali ke bengkel dan membatalkan jasa. Pegawai bengkel pun akhirnya memasang kembali mesin dan Riris mengembalikan uang muka sebesar Rp 300 ribu tersebut.

"Udah pulang mungkin dia punya teman saya juga enggak ngerti, bilangnya begini 'naha ieu mahal-mahal teuing' (kenapa mahal sekali). Temannya kemudian buat posting-an di Facebook, kemudian diviralkan kalau bengkel ini mahal, terus ada yang maki-maki lewat SMS ke saya, karena di posting-an itu ada nomor telepon saya," ujarnya.

"Kenapa banyak yang SMS, padahal motornya juga enggak ada. Sudah dibawa pulang, uangnya juga sudah dikembalikan, kok dia yang repot, makanya setelah itu kalau disebut termahal ya udah sekalian aja bikin spanduknya," kata Riris.

Berapa Ongkosnya?

Dari spanduk yang berisi informasi harga yang terpasang di bagian sebelah kanan bengkel, ongkos kerja bervariatif tergantung jenis pekerjaan dan sepeda motor yang akan direparasi.

Tercantum di dalam spanduk informasi itu untuk turun mesin setengah matic dibanderol dengan harga Rp 150 ribu, kemudian untuk servis full motor bebek ditarif Rp 100 ribu, turun mesin mesin full matic Rp 250 ribu, service carburator Rp 45 ribu, service injection Rp 50 ribu.

Pemotor di Bandung dibikin penasaran dengan 'bengkel termahal di Kota Bandung'. Meski di spanduk tertulis bengkel termahal, bengkel itu justru ramai pelanggan.Montir memperbaiki motor di bengkel berspanduk 'Termahal di Kota Bandung'. (Foto: Yudha Maulana/detikcom)

Bengkel ini juga melayani reparasi motor sport, untuk servis ringan Ninja 250 cc ditarif Rp 150 ribu, turun mesin setengah motor sport dihargai Rp 200 ribu, dan untuk turun mesin full sepeda motor sport ongkos kerjanya mencapai Rp 450 ribu.

"Harga di sini memang standar, harga kita malah lebih murah dari bengkel resmi," ujar Riris.

(yum/bbn)