Jabar Hari Ini: Heboh 'Desa Miliarder' di Kuningan-Peluang RK dan Sandi Maju Pilpres

Tim detikcom - detikNews
Senin, 22 Feb 2021 20:40 WIB
Rupanya, desa miliarder ada juga di Desa Kawungsari, Kecamatan Cibereum, Kabupaten Kuningan, Jawa Barat. Warga Desa Kawungsari yang terdampak pembangunan Bendungan Kuningan ini memborong ratusan sepeda motor setelah mendapat uang ganti untung.
Foto: Warga 'desa miliarder' di Kuningan beli motor dan mobil (Bima Bagaskara/detikcom).

Polisi Gelar Olah TKP Pembunuhan Nenek Secara Keji di Sukabumi

Polisi menghadirkan Pirman (30) pelaku pembunuhaan Karsieum alias Mbak Huis dalam olah Tempat Kejadian Perkara (TKP) pembunuhan Kasinem alias Mbak Huis perempuan lanjut usia yang tulang belulangnya ditemukan di lubang septic tank.

Pria yang merupakan pembatu korban digiring petugas ke sejumlah lokasi TKP. Pertama di lubang septic tank, di rumah korban dan sungai tempat pelaku membuang tulang belulang nenek sebatang kara tersebut.

Olah TKP ini, dipimpin langsung oleh Kanit Jatanras Satreskrim Sukabumi Ipda Erikson Sitorus.

"Atas perintah dari pimpinan kami, Kasatreskrim AKP Rizka Fadhila dan pak Kapolres AKBP Lukman Syarif kami menggelar olah TKP ataupun pengecekan TKP di lokasi terduga pelaku melakukan pembunuhan," katanya.

Untuk rekonstruksi sendiri rencananya akan digelar di Maporles Sukabumi karena situasi di TKP dikhawatirkan menimbulkan kerumunan saat prosesnya nanti.

"Ada tiga titik olah TKP, pertama di lokasi lubang, kedua di rumah dan tiga lokasi pinggiran sungai tempat pelaku membuang sisa-sisa tulang-tulang dari korban," lanjut Erikson.

"Untuk barang bukti yang kami amankan antara lain tas, pisau yang diduga untuk menghabisi korban dan cangkul," sambung dia.

Sementara itu pelaku terlihat terus menundukkan wajahnya saat digiring petugas ke beberapa TKP. Saat di mulut lubang tempat mengubur Kasinem dia terlihat melakukan percakapan kecil dengan petugas.

Dari percakapan terdengar pelaku menyerang korban Kasinem dari arah belakang, dekat dengan lokasi lubang yang kemudian dijadikan tempat mengubur mayat korban.

"Posisi kamu di belakang kan, kamu berdiri atau duduk kalau berdiri mentok," kata petugas, pelaku sendiri sempat terlihat kebingungan beberapa kali ia menolehkan kepalanya ke kanan dan kiri.

Saat proses itu digelar, warga terlihat setia melihat setiap adegan olah TKP. Beberapa di antara mereka bahkan nekat mendekat. Melihat itu beberapa petugas berusaha menghalau mereka dan meminta warga agar tidak berkerumun.

Polisi juga mencari sisa tulang korban yang dibuang pelaku ke sungai. Kapolres Sukabumi AKBP Lukman Syarif mengatakan telah meminta anggotanya untuk menemukan tulang belulang korban yang dibuang pelaku ke Sungai Cibungur.

"Kita belum sampai ke tahapan rekonstruksi, saya sudah minta anggota unruk mencari tulang belulang lainnya karena yang ditemukan (didalam lubang) masih sedikit," kata Lukman melalui sambungan telepon.

Lukman menjelaskan pihaknya masih belum akan melakukan rekonstruksi karena hambatan soal sisa tulang Kasinem tersebut.

"Tulang belulang tersebut dibuang pelaku ke sungai. Kita masih mencari potongan lain dari tulang belulang, pengakuan tersangka dibuang disana (sungai). Jadi kita belum akan sampai ke rekonstruksi," tambahLukman.

Selanjutnya
Halaman
1 2 3 4 5