Kasus Sunat Dana BLT UMKM di Bandung, Polisi Belum Tetapkan Tersangka

Dony Indra Ramadhan - detikNews
Rabu, 17 Feb 2021 13:18 WIB
Poster
Foto: Ilustrasi (Edi Wahyono/detikcom).
Bandung -

Kasus penyunatan dana bantuan langsung tunai (BLT) UMKM senilai Rp 800 juta terungkap. Polisi saat ini tengah melakukan klarifikasi terhadap beberapa orang diduga pelaku.

"Kami baru dapat pelimpahan kasus dari Tim Saber Pungli. Jadi untuk penanganan kasusnya, baru dimulai dengan giat klarifikasi dulu," ujar Direktur Reserse Kriminal Khusus Polda Jabar Kombes Yaved Duma Parembang saat dikonfirmasi wartawan, Rabu (17/2/2021).

Kasus ini terungkap oleh tim Saber Pungli Jabar. Dalam kasus ini, diduga ada tujuh orang oknum petugas yang melakukan penyunatan dana BLT UMKM tersebut.

Meski begitu, Yaved mengatakan hingga kini belum ada penetapan tersangka atas perkara itu.

"Belum ada penetapan tersangka karena baru mulai diperiksa dulu," katanya.

Satgas Saber Pungli Jawa Barat membongkar praktik pungutan liar (Pungli) dana bantuan langsung tunai (BLT) Usaha Kecil Menengah Mikro (UMKM) di Bandung. Dari Rp 2,4 juta BLT UMKM yang diterima, diduga dilakukan penyunatan sebagian.

Kabid Humas Polda Jabar Kombes Erdi A Chaniago menuturkan kasus ini bermula dari adanya informasi ke Satgas Saber Pungli Jabar. Kasus penyunatan ini dilakukan terhadap penerima BLT UMKM di Kabupaten Bandung.

"Ini terkait BLT UMKM kurang lebih ada tujuh kecamatan yaitu Kecamatan Nagrek, Banjaran, Rancabali, Cikancung, Soreang dan Cimaung," ujar Erdi di Mapolda Jabar, Jalan Soekarno-Hatta, Kota Bandung, Senin (15/2/2021).

Erdi menuturkan praktik penyunatan ini diduga dilakukan oleh 7 orang oknum petugas. Mereka memotong dana BLT yang diterima oleh penerima. Adapun dana yang diperoleh oleh penerima dari pemerintah sebesar Rp 2,4 juta.

"Modusnya, penerima bantuan kurang lebih mendapatkan Rp 2,4 juta. Diminta antara 20 sampai 50 persen dengan alasan untuk disetorkan kepada petugas-petugas yang menyatakan bahwa harus ada setoran. (Setorannya) Rp 600 ribu sampai Rp 1,2 juta," kata Erdi.

Atas praktik tersebut, lanjut Erdi, pelaku dapat mengantongi hingga ratusan juta. Berdasarkan penghitungan, total Rp 800 juta dikantongi pelaku.

"Setelah dicek dan ditemukan oleh satgas saber pungli provinsi dana terkumpul sebanyak Rp 804 juta. Rinciannya Rp 562 juta di setor ke koperasi Swarna, Rp 242 juta digunakan untuk operasional dan lain-lain dilakukan oleh oknum yang merupakan korlap dari Jabar. Ditemukan oleh satgas sudah dilakukan gelar dan dilimpahkan ke kita," tutur Erdi.

(dir/mso)