Penjelasan BMKG soal Suara Gemuruh di Langit Bandung

Yudha Maulana - detikNews
Kamis, 11 Feb 2021 16:17 WIB
clouds in the blue sky
Ilustrasi langit (Foto: iStock)
Bandung -

Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Bandung mengungkap kemungkinan besar suara gemuruh yang terdengar dari langit Kota Bandung berasal dari aktivitas manusia. Pasalnya, peralatan yang berada di BMKG tidak mencatat adanya aktivitas seismik maupun petir yang terjadi di sekitar wilayah Kota Bandung, tepatnya di Jalan Setiabudi dan jalan Cemara, Sukajadi.

"Berdasarkan dari laporan masyarakat tersebut, BMKG Bandung menelusuri dengan peralatan yang kami miliki berupa Lightning Detector, Kemagnetan, Cuaca saat ini di sekitar Jalan Cemara dan Jalan Sukajadi, serta jaringan Seismograf," ujar Kepala BMKG Bandung Teguh Rahayu saat dikonfrimasi detikcom, Kamis (11/2/2021).

Sebelumnya, suara gemuruh terdengar tiga kali di langit Bandung pada pukul 11.12 WIB, 11.44 WIB dan 11.50 WIB. Warga mendengar suara gemuruh tersebut dengan durasi sekitar dua hingga tiga menit.

"Jaringan Seismograph BMKG Bandung dari pukul 10.00 - 12.00 WIB tidak merekam adanya aktivitas gempa bumi di sekitar Kota Bandung, Lembang dan sekitarnya," kata Teguh.

Begitu pun dengan Lightning Detector BMKG Bandung juga tidak mencatat adanya aktivitas petir di sekitar Jalan Cemara sampai radius 20 - 50 kilometer. "Cuaca saat masyarakat mendengar suara tersebut cukup cerah, tidak ada perawanan di sekitar lokasi," kata Teguh.

BMKG Bandung pun mengonfirmasi LAPAN terkait suara gemuruh tersebut. Namun, menurut Teguh, pihaknya belum menemukan atau belum teridentifikasi adanya benda luar angkasa di sekitar lokasi kejadian.

"Berdasarkan hal-hal di atas pada pukul 11.00 - 12.00 WIB, tidak adanya aktivitas seismik maupun petir yang terjadi di sekitar wilayah Kota Bandung, tepatnya di Jalan Setiabudi dan Jalan Cemara, Sukajadi. Penyebab dari suara tersebut masih belum dapat dipastikan. Namun, kemungkinan adanya suara tersebut disebabkan aktivitas manusia," tutur Teguh.

Yusnia (26), warga Sukagalih, Kecamatan Sukajadi mendengarkan suara gemuruh tersebut pada pukul 11.12 WIB. Ia pun sempat merekam detik-detik suara gemuruh tersebut dengan ponselnya.

"Saya tadi lagi menggendong anak, tadinya mikir suara pesawat, tapi kok lama. Akhirnya saya keluar tapi tidak ada pesawat yang melintas, suara tersebut masih terdengar," kata Yusnia kepada detikcom.

detikcom pun mendengarkan suara gemuruh yang dikirimkan Yusnia, terdengar seperti suara angin kencang, namun ia memastikan tidak ada angin kencang saat suara itu muncul.

"Burung-burung milik tetangga juga pada bunyi begitu suara tersebut muncul, suaranya agak lama sekitar tiga menitan," katanya.

Tak berselang lama, tuturnya, suara gemuruh juga muncul sekitar pukul 11.44 WIB. Suara gemuruh yang kedua berlangsung lebih sebentar, yakni 2,5 menit. "Sebenarnya lebih lama yang pertama, barusan juga terdengar suara gemuruh yang ketiga, tapi hanya sebentar," ujar Yusnia.

(yum/bbn)