Geger Link Situs Porno di Buku SMA Jabar, Disdik Surati Kemenkominfo

Yudha Maulana - detikNews
Rabu, 10 Feb 2021 12:22 WIB
Berkampanye di situs porno: Beragam taktik para politisi merebut suara pemilih
Ilustrasi (Foto: BBC World)
Bandung -

Tautan (link) situs komik porno pada buku pelajaran Sosiologi SMA membuat geger civitas pendidikan Jawa Barat. Menindaklanjuti hal itu, Dinas Pendidikan Jawa Barat (Disdik Jabar) akan melayangkan surat ke Kemenkominfo RI untuk memblokir situs tersebut di Indonesia.

Kadisdik Jabar Dedi Supandi membenarkan jika tautan dalam link tersebut merujuk ke situs komik porno berbahasa Mandarin. "Saya sudah bertemu dengan orang IT dan memang dibenarkan," ujar Dedi dalam diskusi Teras Radjiman di kantor Disdik Jabar, Rabu (10/2/2021).

"Jadi untuk sementara bukunya ditarik dulu ke perpustakaan di sekolah. Tidak akan dimusnahkan, tapi kita minta situs tersebut diblokir saja," kata Dedi melanjutkan.

Ia mengatakan, kasus ini sedianya harus menjadi pelajaran bersama mengenai kehati-hatian dalam mengambil rujukan dari internet sebagai bahan ajar. "Dan harapannya kepada rekan penulis untuk mengambil sumber yang resmi saja," kata Dedi.

Sebelumnya, Ketua Musyawarah Guru Mata Pelajaran (MGM) Sosiologi Jawa Barat Iwan Hermawan mengatakan, buku tersebut telah lama terbit dan menjadi bahan ajar kurikulum 2016 mata pelajaran Sosisologi bagi SMA.

"Buku tersebut sudah lama terbit dan dia merujuk ke salah satu situs tertentu tentang budaya Sunda, ternyata situs budaya Sunda itu sepertinya sudah tidak aktif dan tidak diurus, sehingga berganti kepemilikannya atau mungkin diretas sehingga menjadi situs komik dewasa, sangat disayangkan," kata Iwan saat dihubungi, Selasa (9/2/2021).

Iwan tak menyalahkan penerbit atau penulis buku tersebut, yang ia ketahui, awalnya tautan situs tersebut memaparkan mengenai suku dan budaya Sunda. Namun, belakangan saat hendak diajarkan ke siswa dengan mengecek tautan tersebut, ternyata malah dialihkan ke situs komik porno.

"Beberapa guru yang penasaran membuka tautan tersebut, bukan menceritakan soal kebudayaan Sunda lagi, ternyata malah komik dewasa," kata Iwan.

Detikcom pun mencoba mengakses situs tersebut, tak lama kemudian diarahkan (redirecting) ke sebuah situs dengan konten yang pantas untuk pelajar.

Kendati begitu, Iwan menilai bukan hal yang bijak untuk menarik buku tersebut dari peredaran. Langkah yang bisa dilakukan sekarang adalah meminta Kemenkominfo RI untuk menutup atau memblokir situs tersebut di Indonesia.

"Buku itu sudah banyak beredar di toko-toko di Jawa, tak hanya di Jawa Barat, lebih baik situsnya diblokir saja," katanya.

(yum/mud)