Bejat! Gadis Cianjur Diduga Disekap-Disetubuhi Kenalan Medsos

Ismet Selamet - detikNews
Kamis, 04 Feb 2021 18:43 WIB
Ilustrasi Pencabulan Anak. Andhika Akbarayansyah/detikcom.
Ilustrasi (Foto: Andhika Akbarayansyah)
Cianjur -

Seorang gadis di bawah umur di Cianjur menjadi korban penyekapan dan pelecehan seksual oleh teman pria yang dikenalnya melalui media sosial.

Bahkan diduga korban yang masih duduk di bangku kelas 2 SMP ini disetubuhi oleh lebih dari satu orang saat dibawa kabur dan disekap pelaku.

Dugaan tindak pelecehan itu bermula ketika gadis asal Kecamatan Haurwangi Kabupaten Cianjur berkenalan dengan seorang pria di media sosial Facebook.

Setelah berkenalan cukup lama, korban pun janjian dengan pelaku untuk bertemu dan jalan-jalan.

"Awalnya kenal dari Facebook. Udah itu dia jemput ke rumah, ngajak jalan-jalan," ujar korban saat ditemui di rumahnya, Kamis (4/2/2021).

Namun korban ternyata malah dibawa ke rumah pelaku. Di rumah pelaku korban dipaksa meminum sebuah obat berwana kuning yang membuatnya tak sadarkan diri.

"Ketika saya tak pusing, saya mulai disetubuhi oleh pelaku. Karena tidak kuat pusingnya, saya tidak sadarkan diri. Saya baru terbangun besoknya dengan kondisi pakaian yang sudah terganti," ucap korban.

Tak sampai di situ, di hari kedua korban kembali dipaksa minum obat tersebut dengan dijanjikan akan diantarkan pulang setelahnya.

Tetapi, korban malah kembali dibuat tak sadarkan diri dan pelaku kembali melakukan aksi bejatnya.

Bahkan saat korban tersadar, di kamar pelaku juga ada beberapa orang teman pelaku.

"Saya lihat ada beberapa orang begitu sadar. Pakaian saya juga sudah diganti lagi. Setelah itu baru saya bisa pulang," kata dia.

Sementara itu, Kasat reskrim Polres Cianjur AKP Anton, mengatakan pihaknya sudah mengikuti dapat laporan terkait dugaan penyekapan dan pelecehan terhadap anak di bawah umur tersebut.

Namun menurut Anton saat ini pihaknya masih melakukan penyelidikan lebih lanjut dan menunggu korban kembali pulih untuk dimintai keterangan.

"Keterangan korban masih berubah-ubah, karena mungkin masih trauma. Jadi kami menunggu kondisi korban membaik," kata dia.

Anton mengatakan untuk sementara pelaku yang diduga melakukan penyekapan dan pelecehan seksual baru ada satu orang, yakni teman yang berkenalan melalui media sosial.

"Untuk sementara baru ada satu pelaku. Terkait pengakuan korban yang hingga dilecehkan lebih dari satu orang masih kami dalami. Karena korban juga belum bisa dimintai keterangan lebih lanjut," pungkasnya.

(mud/mud)