Tingkatkan Produktivitas, Petani Didorong Gunakan Pupuk Non Subsidi

Luthfiana Awaluddin - detikNews
Selasa, 02 Feb 2021 16:53 WIB
Pupuk Indonesia galakan penggunaan pupuk non subsidi.
Foto: Pupuk Indonesia galakan penggunaan pupuk non subsidi (Luthfiana Awaluddin/detikcom).
Karawang -

Pupuk Indonesia Persero mulai menggalakan penggunaan pupuk non subsidi kepada para petani. Sebab, dengan menggunakan pupuk non sibsidi, produktivitas diklaim bisa lebih meningkat.

Jelang musim tanam ini, Pupuk Indonesia akan memperbanyak stok pupuk non subsidi di kios-kios. Tujuannya, memberikan pilihan produk yang lebih beragam kepada petani. Alhasil, petani bisa memilih pupuk yang cocok untuk disesuaikan dengan kondisi lahan dan tanamannya.

"Secara kualitas (pupuk non subsidi dengan subsidi) hampir sama, tapi komposisi dan formulanya, terutama untuk jenis NPK, (pupuk non subsidi) terdiri dari banyak pilihan sehingga bisa lebih sesuai dengan kebutuhan tanaman dan produktivitas bisa lebih meningkat," kata Direktur Pemasaran Pupuk Indonesia Gusrizal, dalam kunjungan kerjanya di salah satu kios pupuk di Karawang (02/02).

Dengan menggunakan pupuk non subsidi, kata Gusrizal, petani bisa memupuk dengan tepat dan lebih akurat. Alhasil, potensi panen akan lebih tinggi. Meski mengeluarkan biaya lebih untuk membeli pupuk non subsidi, tapi produktivitas hasil panen dipastikan lebih tinggi.

"Pupuk non subsidi yang harganya masih wajar, tidak mahal. Petani yang punya kebutuhan tambahan, bisa menggunakan pupuk non subsidi tersebut," kata Gusrizal.

Para petani yang belum biasa menggunakan pupuk non subsidi tak perlu khawatir. Pupuk Indonesia siap mengadakan berbagai program pendampingan. Diantaranya program Agro Solution dan Customer Centric. Dengan mengikuti program-program itu, petani akan didampingi saat menggunakan produk non subsidi dengan tepat supaya produktivitasnya meningkat.

"Kita mendampingi petani ya, mulai dari budidayanya aspek teknologinya termasuk juga pendanaannya termasuk asuransinya dan kalau bisa juga termasuk yang mengambil membeli gabahnya," kata Gusrizal.

Diharapkan, dengan program-program itu, daya beli dan kesejahteraan petani turut meningkat. Saat ini, Pupuk Indonesia Grup sedang gencar memperkenalkan produk-produk non subsidi ini kepada petani.

Meski demikian, sejumlah petani telah menuai hasil manis dari sejumlah pupuk non subsidi. Di Karawang misalnya, Dede Abdul Halim (30) seorang petani muda diberitakan mendapat hasil berlipat ketika menggunakan pupuk Jeranti dan Nitroku, dua produk non subsidi buatan Pupuk Kujang salah satu anak usaha dari Pupuk Indonesia.

Setelah menggunakan pupuk Jeranti, tanaman anggur dan buah tin yang ditanam Dede menjadi lebih manis. Selain itu, pupuk Nitroku yang digunakannya membuat tanaman menjadi lebih lebat dan cepat besar.

Setelah mengoptimalkan dua pupuk itu, Dede dikabarkan meraup untung hingga Rp 20 juta per bulan. Padahal, ia hanya berkebun di lahan seluas 10×12 meter. Meski lahan sempit, tapi bagi Dede, bertani tetap menguntungkan.

Pupuk Jeranti juga bisa diaplikasikan ke tanaman lainnya seperti buah-buahan, sayuran hingga kopi. Selain Jeranti dan Nitroku, Pupuk Kujang juga membuat berbagai pupuk non subsidi lainnya. Semua produk itu bisa didapatkan di kios pupuk, beberapa marketplace dan webstore www.kujangdigimart.com.

(mso/mso)