Cianjur Masuk Indeks Kemiskinan Tertinggi di Jabar, Ini Kata Plt Bupati

Ismet Selamet - detikNews
Kamis, 28 Jan 2021 17:20 WIB
Plt Bupati Cianjur Herman Suherman
Foto: Plt Bupati Cianjur Herman Suherman (Ismet Selamet/detikcom).
Cianjur -

Kabupaten Cianjur masuk dalam lima daerah yang mengalami peningkatan angka kemiskinan tertinggi di Jawa Barat. Pemkab Cianjur menyebutkan IPM (Indeks Pembangunan Manusia) yang rendah dan kondisi ekonomi menjadi faktor utama.

Selain Cianjur, ada empat daerah lainnya yang mengalami kenaikan angka kemiskinan, yakni Indramayu, Sumedang, dan Kota Cirebon.

Berdasarkan data dari Pemprov Jabar, indeks kedalaman kemiskinan Cianjur naik dari yang semula 0.74 menjadi 1.38. Kenaikan sebesar 0.64 itu membuat Cianjur berada di urutan kedua daerah yang mengalami kenaikan tertinggi setengah Kuningan yang semula 1.24 menjadi 2.41.

Plt Bupati Cianjur Herman Suherman mengatakan pandemi COVID-19 memang berdampak besar pada peningkatan ekonomi, sehingga indeks kemiskinan juga naik.

"Pandemi ini memang pasti membuat kemiskinan naik, bukan hanya di Cianjur daerah lain juga begitu. Karena ekonomi kan jadi tidak stabil," kata Herman, Kamis (28/1/2021).

Ekonomi makin terpuruk dengan banyaknya masyarakat yang mengalami pemutusan hubungan kerja (PKH). "Akibatnya pendapatan menjadi kurang, daya beli juga kurang, sehingga indeks kemiskinan naik," kata dia.

Selain itu, Herman menjelaskan IPM Cianjur yang berada di peringkat terakhir di Jawa Barat dengan angka 65,38 dinilai menjadi salah satu faktor yang membuat indeks kemiskinan naik.

"Iya karena IPM rendah jadi kemiskinan naik. Ini jadi kompleks masalahnya," ucap dia.

"Oleh karena itu, saya menargetkan pandemi selesai, kemudian perekonomian digenjot melalui berbagai program," ujarnya.

(mso/mso)