Harapan Pemikul Jenazah COVID-19 di Bandung: Mudah-mudahan Bisa Jadi PHL

Wisma Putra - detikNews
Senin, 25 Jan 2021 22:05 WIB
Cerita warga menggunakan jasa gotong peti jenazah Corona di TPU Cikadut
Foto: Jasa angkut jenazah pasien COVID-19 di TPU Cikadut Bandung (Wisma Putra/detikcom).
Bandung -

Koordinator Tim Jasa Pikul Jenazah COVID-19 TPU Cikadut Fajar Ifana meminta agar Pemkot Bandung memberi sedikit perhatian. Dia berharap para pemikul jenazah COVID-19 ini diangkat menjadi pegawai harian lepas (PHL).

"Alhamdulillah kita bisa mengutarakan uneg-uneg kita dalam waktu 11 bulan (menjadi relawan pikul jenazah COVID-19), Insya Allah setelah pertemuan tadi, Distaru akan mengkordinaskan kepada Pemkot Bandung, kita hanya mengupayakan gimana nasib kita sebagai relawan pikul yang selalu ada pro kontra dari ahli waris dan pihak-pihak yang tidak memahami," kata Fajar kepada detikcom, Senin (25/1/2020).

Dia berharap agar para relawan pikul jenazah COVID-19 ini dijadikan pegawai harian lepas. Sehingga masalah terkait tarif jasa pikul jutaan rupiah tidak akan terjadi.

"Kalau misalkan teman-teman diakomodir jadi PHL tidak akan ada negosiasi, tidak akan seperti ini kalau dari awal seperti ini," ucapnya.

Menurutnya, selama ini jarang sekali putra daerah menjadi PHL di Distaru. Padahal lokasi pemakaman ada sekitar tempat tingal mereka.

"Baru dibahas hari ini saja, dari 11 bulan lalu. Intinya rekan-rekan ingin dilegalkan, diakomodir. Kita sekarang disebut ilegal tidak, disebut legal juga tidak. Mudah-mudahan ke depan rekan-rekan bisa bekerja sebagai PHL," ucapnya.

Fajar menegaskan tidak mewajibkan ahli waris untuk menggunakan jasa para relawan. Namun jika ada yang membutuhkan para relawan, pihaknya siap 24 jam. Selain itu, pihaknya juga meminta agar ahli waris mengerti. Karena seperti diketahui, kebutuhan para relawan tidak dibiayai pemerintah.

"Harapan kami semoga ahli waris yang memakamkan ke Cikadut lebih memahami apa saja keperluan kami dan satu poin buat masyarakat Bandung kami tidak pernah memungut atau mematok harga untuk memakamkan, ada yang tidak bayar pun kita laksanakan dengan ikhlas," tambahnya.

Sementara itu, Sekdis Distaru Kota Bandung Ahmad Tajudin Sastrawinata mengaku akan melaporkan keinginan para relawan kepada pimpinannya. Karena, kata dia, kebijakan soal pengangkatan pegawai harian lepas merupakan kebijakan pimpinan.

"Itu nanti saya laporkan dulu, karena itu kebijakan pimpinan," ujarnya.

(wip/mso)