Cerita Distributor di Cirebon Kena Imbas Naiknya Harga Daging Sapi

Sudirman Wamad - detikNews
Senin, 25 Jan 2021 17:14 WIB
Distributor Sapi di Cirebon
Bastoni, distributor sapi impor di Cirebon. (Foto: Sudirman Wamad/detikcom)
Cirebon -

Kenaikan harga daging sapi di Kabupaten Cirebon, Jawa Barat, tak hanya terjadi di pasar. Rupanya di tingkat distributor pun mengalami hal serupa.

Harga daging impor dan lokal naik sekitar Rp 5 ribu hingga Rp 10 ribu per kilogramnya. Bastoni, salah seorang distributor, mengatakan kenaikan harga daging terjadi sejak periode Natal pada Desember 2020. Normalnya, harga daring impor di tingkat distributor Rp 75 ribu per kilogram.

"Saat ini (daging impor) harganya Rp 85 ribu. Sedangkan lokal biasanya Rp 100 ribu per kilo, sekarang Rp 105 ribu per kilonya," kata Bastoni saat berbincang bersama detikcom di Kecamatan Tengahtani, Kabupaten Cirebon, Jawa Barat, Senin (25/1/2021).

Bastoni mengatakan untuk daging kualitas nomor dua yang sebelumnya Rp 55 ribu kilogram, kini menjadi Rp 65 ribu per kilogramnya. Jatah kuota daging impor pun dibatasi.

Ia mengakui kena imbas karena naiknya daging sapi, "Kalau terganggu ada. Ada pedagang daging yang tidak jualan sementara waktu. Ada yang bertahan. Mereka melakukan pengurangan 10 persen. Tadinya pesan 20 kilogram, sekarang sekitar 10 kilogram," katanya.

"Kebutuhan daging setiap hari sekitar satu ton. Maksimal bisa tiga ton. Ini prediksinya, kalau dibiarkan Februari naik, Maret juga ada peningkatan harga. Dikhawatirkan setelah Lebaran (tahun ini) naik juga. Ada aksi mogok, mungkin biar ada perhatian dari pemerintahan. Di tingkat bawah banyak yang tanya kenapa harga naik," ujar Bastoni, yang juga pemilik salah satu rumah pemotongan hewan (RPH).

Bastoni menuturkan untuk harga daging sapi hidup jenis Brahman Cross atau BX dari Australia naik hingga Rp 49 ribu per kilogramnya. Sebelumnya, harga daging sapi jenis itu hanya Rp 45 ribu.

Ia berharap agar harga daging sapi bisa kembali stabil ke depannya. Mengingat, banyak pengusaha seperti pemilik rumah makan, penjual bakso dan lainnya masih bergantung dengan daging sapi impor.

"Sekali order 12 ekor sapi. Harga sapi yang tadinya berat hidup per kilo Rp 45 ribu, sekarang Rp 49 ribu. Satu ekor itu bisa jadi 500 kilogram, yang menjadi daging itu hanya separuhnya sekitar 250 kilogram. Banyak pedagang yang mengeluh. Semoga stabil," kata Bastoni.

(bbn/bbn)