90 Dokter di Pandeglang Gagal Vaksinasi COVID-19

Rifat Alhamidi - detikNews
Senin, 25 Jan 2021 15:17 WIB
A health care professional prepares a Pfizer-BioNTech COVID-19 vaccine at Sheba Tel Hashomer Hospital in Ramat Gan, Israel, Tuesday, Jan. 12, 2021. Israel has struck a deal with Pfizer, promising to share vast troves of medical data with the drugmaker in exchange for the continued flow of its COVID-19 vaccine. Critics say the deal is raising major ethical concerns, including possible privacy violations and a deepening of the global divide between wealthy countries and poorer populations, including Palestinians in the occupied West Bank and Gaza, who face long waits to be inoculated. (AP Photo/Oded Balilty)
Ilustrasi vaksin (Foto: AP/Oded Balilty)
Pandeglang -

Sebanyak 90 dokter di Pandeglang, Banten gagal mendapat suntikan vaksinasi COVID-19. Alasannya, karena puluhan dokter tersebut dilaporkan mengalami hipertensi atau tekanan darah yang tinggi setelah menjalani pemeriksaan medis.

"Dari rekapan tadi, ada puluhan dokter yang tidak memenuhi syarat medis. Kebanyakan dari kita mengalami hipertensi pas discrining," kata Jubir Satgas COVID-19 Kabupaten Pandeglang Achmad Sulaeman saat ditemui detikcom di Pendopo Pandeglang, Banten, Senin (25/1/2021).

Sulaeman mengatakan, hari ini tadinya pemkab merencanakan tahap vaksinasi COVID-19 pertama untuk 176 dokter di Pandeglang. Namun hingga pukul 12.30 WIB, tercatat hanya ada 86 dokter yang sudah disuntik vaksin tersebut.

"Tapi ada beberapa rekan sejawat kita yang sudah berusia lanjut, terus ada juga yang punya riwayat penyakit bawaan seperti diabetes, kencing manis sama penyakit alergi. Itu memang tidak bisa diberikan vaksin," ujarnya.

Nantinya, kata Sulaeman, puluhan dokter yang gagal divaksin ini akan dijadwalkan mendapat suntikan vaksinasi ulang di beberapa faskes tempat mereka masing-masing bekerja. Khususnya, dokter yang mengalami hipertensi saat pemeriksaan tadi.

"Nunggu tensi mereka ini sudah normal lagi. (Tempatnya) bisa dimana saja, di faskes tempat kerja mereka juga bisa, tergantung kesiapannya. Kalau sudah siap, ya sudah tinggal disuntik," tuturnya.

Meskipun demikian, Sulaeman mengklaim ratusan dokter di Pandeglang tetap hadir meski tidak memenuhi kriteria vaksinasi. "Mereka datang ke sini untuk memberikan dukungan dan bukti dari kekompakan dokter di Pandeglang. Jadi dokter di Pandeglang solid, setuju dengan program vaksin," ucapnya.

Dari pantauan, puluhan dokter yang mengikuti vaksinasi sebelumnya harus melewati 4 tahapan. Mulai dari tahapan verifikasi data, scrining medis, pemberian suntikan vaksin hingga observasi.

(mud/mud)