Sepekan Berlalu, Peretas Akun Hina Wafatnya Syekh Ali Jaber Belum Tertangkap

Syahdan Alamsyah - detikNews
Sabtu, 23 Jan 2021 10:09 WIB
Ali Saleh Mohammed Ali Jaber
Foto: Lintang Jati Rahina / 20detik
Sukabumi -

Sepekan telah berlalu, Satuan Reserse dan Kriminal (Satreskrim) Polres Sukabumi masih menyelidiki dugaan peretasan akun milik gadis belia asal Palabuhanratu, Kabupaten Sukabumi.

Peristiwa itu mendapat sorotan polisi karena unggahan yang diduga menghina wafatnya Syekh Ali Jaber viral di media sosial. Kasatreskrim Polres Sukabumi AKP Rizka Fadhila membenarkan pihaknya sudah mengantongi data-data baru dan masih dalam profiling pengidik.

"Kita profilingnya belum selesai, kita sudah dapatkan nomor tapi kan tidak semua nomor itu orangnya. Masih kita profiling, nanti kita tindak lanjuti karena dalam hasil pemeriksaan si ibu (orang tua pemilik akun itu kita perdalam nanti biar kita ceritakan awal mulanya bagaimana seperti apa, tapi nomernya sudah kita dapatkan kita profiling dulu," singkat Rizka, Sabtu (23/1/2021).

Sementara itu F, ibu dari gadis pemilik akun yang diretas mengaku masih berkomunikasi dengan pihak kepolisian. Ia bahkan diminta bersabar menunggu proses penyelidikan.

"Ia saya diminta bersabar, katanya prosesnya panjang. Kalau kami menunggu saja, mempersilahkan kepolisian mengungkap misteri siapa yang meretas akun anak saya," kata F.

F juga mengungkap akun putrinya saat ini kembali aktif diduga dilakukan oleh si peretas. Akun itu memposting kalimat-kalimat tidak pantas yang kembali dikomentari oleh warganet dengan nyinyiran.

"Dia kembali mengunggah kalimat tidak pantas, kembali membuat kalimat hinaan wafatnya syekh. Sudah saya laporkan juga kepada polisi terkait itu, banyak orang yang tidak mau bertabayun dengan kondisi yang kami hadapi saat ini," tutur F.

F mengaku sampai saat ini masih diteror dan merasa terancam. "Saya juga sampai detik ini masih diteror, diancam mau digeruduk mau dipenggal dimaki-maki. Saya hanya jawab Rasulullah SAW saja tidak menghina perempuan, mereka jawab darah anak saya halal dan banyak lagi," ujarnya.

Lihat juga video 'Jejak Cuitan 'Ustaz Maaher': Hina Ulama Berujung Bui':

[Gambas:Video 20detik]



(sya/ern)