Round-Up

Bencana Alam Terjang Jabar: Longsor-Banjir Bandang, 40 Orang Tewas

Tim detikcom - detikNews
Sabtu, 23 Jan 2021 08:10 WIB
Longsor di Cimanggung Sumedang
Foto: M Rizal
Bandung -

Bencana alam di Jawa Barat terjadi di awal tahun 2021. Mulai dari longsor di Kabupaten Sumedang hingga banjir bandang di Kabupaten Bogor.

1. Longsor di Sumedang Tewaskan 40 Orang

Bencana longsor di Desa Cihanjuang, Cimanggung, Kabupaten Sumedang menewaskan 40 orang. Seluruh korban ditemukan setelah operasi yang dilakukan tim SAR gabungan selama 10 hari.

Teriakan histeris warga kompleks Pondok Daud menyusul suara gemuruh yang berasal dari atas lereng di Desa Cihanjuang, Cimanggung, Kabupaten Sumedang pada Sabtu (19/1) pukul 16.00 WIB. Bukit yang berada di belakang kompleks ambles karena tergerus hujan.

"Waktu saat kejadian pada saat itu dalam kondisi hujan deras, tiba-tiba suara gemuruh terdengar dari atas lereng. Warga di dalam rumah yang posisinya di atas itu enggak sempat keluar," kata salah seorang warga, Asep (40) saat ditemui di lokasi, Minggu (10/1/2021).

Asep mengatakan, longsor susulan terjadi kembali sekitar pukul 20.00 WIB. Nahasnya, saat itu petugas tengah melakukan pendataan awal dan banyak warga sekitar yang datang untuk menonton ke lokasi bencana.

Dalam laporan awal Tim SAR, 25 orang selamat, 13 orang ditemukan tewas dan 27 orang lainnya masih dalam pencarian. Danramil Cimanggung Kapten Setyo Pribadi, MP Cimanggung Suhanda dan Petugas BPBD Sumedang Yedi masuk ke dalam daftar korban meninggal dunia.

"Korban longsor pertama saja banyak yang belum ditemukan ditambah lagi longsor yang kedua itu warga yang sedang melihat kejadian ikut tertimbun. Bahkan Danramil, MP dan Kasi BPBD dikabarkan tertimbun. Namun ketiganya sudah ditemukan dalam kondisi meninggal," katanya.

Uu (49), satu dari 25 korban selamat dalam bencana longsor, menceritakan badannya sempat tertimbun material longsoran. "Pas longsor pertama saya masih di rumah, pas longsor kedua susulan, saya ada di lokasi," kata Uu.

Uu yang merupakan Ketua RT 01 mengungkapkan, sebelum longsor susulan itu, ia bersama petugas BPBD dan Polsek Cimanggung berbincang. Tiba-tiba longsor susulan itupun terjadi. Ada sekian detik, ada longsor susulan. Saya kedorong dari ujung lapang voli sekitar 20 meteran dan saya nyangkut di ram (kawat) lapang voli," ungkapnya.

"Saya sendiri menyelamatkan diri, enggak ada yang menyelamatkan, enggak ada orang, sama takut semuanya, lari semuanya," katanya menambahkan.

Maksud kedatangan Uu, ke TKP awalnya untuk membantu evakuasi korban, namun Uu juga malah hampir menjadi korban longsor ini. "Enggak, saya lagi mendata, mengkoordinasikan untuk membuang tanah dan batu ke tanah saya," ujarnya.

Insiden ini terjadi ketika bukit yang berada di belakang Kompleks PondokDaud amblas. Nahasnya, sebagian rumah di Perum SBG Parakan Muncang yang berada di atas bukit juga ikut ambles. Ketinggian tebing kurang lebih 50 meter dengan lebar tebing yang longsor kurang lebih sepanjang 60 meter.

Operasi SAR dilakukan selama 9 hari, petugas cukup kesulitan untuk melakukan evakuasi karena intensitas hujan yang tinggi ditambah kerawanan terjadinya longsor susulan. Selain itu, area evakuasi korban pun sempit sehingga memaksa petugas SAR untuk merobohkan sebuah TK agar alat berat bisa bekerja secara optimal.

Sebelumnya pencarian korban dibagi ke dalam beberapa sektor, sektor pertama yakni tempat hajatan dan lapangan voli, kemudian sektor di belakang perumahan dan sektor dekat masjid. Sampai akhirnya pada 18 Januari 2021 operasi SAR ditutup, setelah petugas menemukan delapan jasad terakhir yang menggenapkan jumlah korban meninggal dunia menjadi 40 orang.

"Keberhasilan ini berkat sinergitas dan kerjasama tim di lapangan yang baik antara Unsur SAR, support dan spirit yang luar biasa sehingga seluruh korban bisa ditemukan. Kita berharap agar tidak ada lagi kejadian bencana di Jawa Barat khususnya, dan umumnya di Indonesia," ujar Kepala Basarnas Bandung Deden Ridwansah.

Pasca terjadinya bencana longsor longsor, Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) akan merelokasi ratusan rumah terdampak akibat bencana longsor itu.

Menteri PUPR, Basuki Hadimuljono menyebutkan Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) Badan Geologi mengidentifikasi 224 rumah telah masuk zona merah, yakni 132 rumah berada di atas lokasi longsor (Perum SBG), dan yang di bawah ada 92 rumah (Perum Pondok Daud dan rumah warga)

"Lokasi yang di atas kan developer. Nanti akan dicek dulu," ucap Basuki Hadimuljono ditemui di lokasi longsor, Kamis (14/1/2021).

Selanjutnya bencana menerjang kawasan Puncak Bogor

Selanjutnya
Halaman
1 2