Bangkitkan Ekonomi Imbas Corona, Pesantren Didorong Hidupkan Sektor Bisnis

Dony Indra Ramadhan - detikNews
Jumat, 22 Jan 2021 19:38 WIB
Nahdlatul Ulama dorong pesantren kembangkan sektor bisnus di tengah pandemi
Ketua Bidang Ekonomi Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) Eman Suryaman (Foto: Dony Indra Ramadhan)
Bandung -

Pesantren-pesantren didorong untuk ikut terlibat dalam pengembangan lini bisnis guna meningkatkan ekonomi umat. Selain itu, pengembangan bisnis ini juga guna membangkitkan perekonomian bangsa yang terpuruk akibat pandemi COVID-19.

Hal itu diungkapkan Ketua Bidang Ekonomi Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) Eman Suryaman. Menurut dia, dengan kondisi ekonomi yang sempat terpuruk, sejumlah pihak termasuk pesantren harus mulai bergerak melakukan perubahan guna membangkitkan ekonomi.

"Bahwa dengan ekonomi yang dihadapkan pandemi kita tidak boleh diam, harus semangat membangun ekonomi umat dengan kreasi. Kalau diam, tidak ada kegiatan atau gerakan maka ini akan terjadi masalah besar. Masalah ekonomi akan mengundang berbagai hal baik itu kriminal, baik itu tentang sosial lainnya. Makanya NU hadir untuk menjawab tantangan," ujar Eman saat ditemui di Hotel El Royale, Jalan Merdeka, Kota Bandung, Jumat (21/1/2021).

Geliat perkembangan ekonomi di lingkungan pesantren sendiri, kata Eman, sudah dimulai. Pelatihan-pelatihan bahkan hingga bukti pesantren bisa ikut dalam perkembangan bisnis sudah terlihat.

"Sekarang sudah mulai pelatihan UMKM. Bahkan ada sebuah pesantren yang asetnya sudah hampir Rp 4 triliun, ada pesantren yang sudah mampu mewadahi masyarakat di bidang ekonomi seperti pertanian, peternakan yang bisa diekspor," tutur Eman.

Menurut Eman, banyak sektor-sektor bisnis yang bisa dijalankan oleh pesantren. Namun hal itu tergantung kondisi dan lokasi pesantren itu sendiri.

"Pesantren pinggir laut bisa perikanan, di gunung pertanian atau peternakan. Pesantren di tengah kota ini bisa dunia bisnis perdagangan atau produksi. Pesantren harus menyesuaikan dengan kondisi dan zaman," katanya.

Sementara itu salah satu lini bisnis yang saat ini dikembangkan yakni dari sektor digital. NU bersama Zamedia menghadirkan aplikasi berbasis android bernama 'Nahdliyin Smartbox'. Selain untuk televisi, aplikasi ini juga untuk mengkoneksikan lini-lini bisnis atau UMKM yang saat ini dimiliki NU. Menurut Eman, saat ini lebih dari ratusan ribu bisnis yang dikerjakan oleh umat Nahdliyin atau NU.

"Kehadiran melalui smartbox memudahkan bagaimana memberikan ruang bisnis yang akan menjawab tantangan zaman. Nah ini tantangan zaman yang menjawab kebutuhan bangsa Indonesia ini dalam rangka percepatan salah satunya melalui sistem aplikasi. NU selalu menjawab tantangan zaman. Kita nggak boleh jadi penonton saja," kata dia.

CEO Zamedia Ayo Koswara menambahkan aplikasi ini bukan hanya sebagai hiburan semata. Melainkan mengintegrasikan bisnis atau UMKM yang dikelola NU.

"Ini bisa menggabungkan seluruh aplikasi atau lini bisnis di NU menjadi suatu sistem terintegritas," katanya.

Tonton video '4 Dampak 'PSBB Ketat' ke Ekonomi RI':

[Gambas:Video 20detik]



(dir/mud)