Menteri PPPA Kawal Istri Korban Longsor Sumedang

Muhamad Rizal - detikNews
Jumat, 22 Jan 2021 16:55 WIB
Menteri PPPA I Gusti Ayu Bintang Darmawati Puspayoga
Menteri PPPA I Gusti Ayu Bintang Darmawati Puspayoga saat meninjau kamp pengungsian korban terdampak longsor di Sumedang. (Foto: Muhamad Rizal/detikcom)
Sumedang -

Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) siap memberikan pendampingan kepada perempuan yang ditinggal suaminya meninggal akibat bencana tanah longsor di Cimanggung Sumedang.

Menteri PPPA I Gusti Ayu Bintang Darmawati Puspayoga meninjau langsung kamp pengungsi di perumahan SBG, Kecamatan Cimanggung, Kabupaten Sumedang, Jumat (21/1/2021). Ia menuturkan, pihaknya bakal turun tangan untuk menangani dan mengawal korban terdampak longsor Sumedang yang menewaskan 40 orang itu, termasuk mendampingi para ibu dan anak.

"Perempuan, terutama ibu hamil dan menyusui, serta anak-anak dan penyandang disabilitas yang terpaksa harus mengungsi akibat bencana longsor ini akan menjadi prioritas," ucap Bintang.

Tercatat sebanyak 24 perempuan harus menjadi kepala keluarga setelah suami meninggal dalam insiden tanah longsor di Sumedang itu. "Perempuan yang baru ditinggalkan suaminya ini betul-betul mendapat pendampingan dari kita," ujarnya.

Bintang menyebutkan para perempuan korban longsor tersebut memiliki anak yang harus melanjutkan sekolah. Termasuk membutuhkan biaya untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.

"Ini yang akan kita lebih intens dikomunikasikan, apa langkah-langkah yang harus kita lakukan dalam mendampingi perempuan yang ditinggal meninggal dunia oleh suaminya," tutur Bintang.

Selain itu, dia menambahkan, hal paling memungkinkan untuk mengawal mereka yakni dengan memberikan pendampingan serta pelatihan untuk meningkatkan perekonomian sesuai kemampuannya masing-masing. Kemudian, kata Bintang, berdasarkan Undang-Undang tentang bencana, bahwa ibu hamil dan menyusui, anak-anak, dan penyandang disabilitas harus diprioritaskan dalam penanganan pascakejadian bencana longsor di Sumedang.

"Mereka kelompok rentan yang harus diprioritaskan dalam mitigasi bencana ini. Kami akan bekerja sama dengan pemerintah daerah untuk membangun yang namanya pos ramah anak dan perempuan," ucapnya.

Dia mengatakan di dalam pos ramah anak dan perempuan tersebut bakal disiapkan ruang yang aman serta nyaman. "Kami sudah koordinasi dengan pihak terkait bagaimana di tempat pengungsian ini bisa memberikan perlindungan kepada perempuan dan anak," ujar Bintang.

(bbn/bbn)