5.287 Hektare Sawah di Cirebon Terancam Puso Gegara Terendam Banjir

Sudirman Wamad - detikNews
Kamis, 21 Jan 2021 17:05 WIB
Sawah di Cirebon terancam puso gegara terendam banjir.
Foto: Sawah di Cirebon terancam puso gegara terendam banjir (Istimewa).
Cirebon -

Sebanyak tujuh kecamatan di Kabupaten Cirebon terendam banjir. Akibatnya sebanyak 5.287 hektare sawah di daerah tersebut puso atau gagal panen.

"Total 5.287 hektare areal persawahan yang terdampak banjir. Kalau tujuh hari air masih menggenangi areal persawahan ini, maka akan mati atau puso," kata Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Cirebon Wasman dalam keterangan yang diterima detikcom, Kamis (21/1/2021).

Wasman mengatakan saat ini usia padi yang sudah tanam rata-rata masih satu bulan. Sehingga mash rentan terkena puso.

Menurut Wasman, 5.287 hektare sawah yang terendam banjir itu tersebar di beberapa kecamatan. "Paling luas di Kecamatan Kapetakan, luasnya sekitar 1.467 hektare. Kita masih mengamati kondisi di lapangan. Kami berharap segera surut," ucapnya.

Wasman mengatakan sebelumnya 833 hektare sawah pernah mengalami puso pada periode 1 hingga 15 Januari lalu. Kondisi tersebut diakibatkan banjir yang melanda beberapa kecamatan di Cirebon.

Sebelumnya, Bupati Cirebon Imron Rosyadi menetapkan status tanggap darurat bencana melalui surat bernomor 360/98/BPBD. Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Cirebon Alex Suheriyawan membenarkan tentang penetapan status tanggap darurat bencana itu.

"Untuk melaksanakan pasal 21 ayat 1 huruf b, pasal 23 ayat 2 Peraturan Pemerintah RI Nomor 21/2008 tentang penyelanggaran penaggulangan bencana, Bupati Cirebon menetapkan status tanggap darurat bencana," kata Alex dalam keterangan yang diterima detikcom, Selasa (19/1/2021).

Alex mengatakan status tanggap darurat bencana berlaku selama 14 hari, terhitung sejak 17 Januari hingga 30 Januari.

(mso/mso)