Round-Up

Heboh Dentuman di Cimahi dan Analisis BMKG soal Sumber Suaranya

Whisnu Pradana - detikNews
Kamis, 21 Jan 2021 07:59 WIB
Suara dentuman di Cimahi
Foto: Tangkapan layar medsos.
Cimahi -

Suara dentuman terdengar oleh sejumlah orang di Cibeber dan Citereup, Kota Cimahi, Jawa Barat, pada Rabu (20/1) siang kemarin atau sekitar pukul 13.30 WIB. Kejadian itu bikin geger.

Segelintir warga mengakui mendengar dentuman itu beberapa kali, namun tak mengetahui sumber atau penyebab suaranya. Warga lainnya berspekulasi suara dentuman itu berkaitan proyek pengerjaan tunnel 11 Kereta Cepat Jakarta Bandung (KCJB) di kawasan Gunung Bohong, perbatasan Kecamatan Cimahi Selatan dengan Kecamatan Padalarang, Bandung Barat.

"Kalau Cibeber setiap hari, itu dari suara yang lagi bom terowongan buat kereta cepat. Warga sini udah mulai ga nyaman sama suara bomnya karena kenceng sampai kaca getar. Katanya bakal dikasih uang buat rumah yang kena dampaknya tapi kurang tau juga," kata akun Dilassnti melalui kolom komentar via Facebook Urang Cimahi.

detikcom konfirmasi hal itu ke pihak PT Kereta Cepat Indonesia Cina (KCIC) selaku yang mengerjakan proyek KCJB melalui subkontraktornya PT CREC. Selama ini pihaknya melakukan pengeboman perut Gunung Bohong untuk menuntaskan proyek pembuatan terowongan.

Berkaitan soal suara dentuman yang didengar warga, Corporate Secretary KCIC Mirza Soraya mengatakan pihaknya harus melakukan pengecekan. "Mungkin akan dicek dulu ke lapangan, belum bisa memberi penjelasan," ujar Mirza saat dihubungi, Rabu (20/1).

Pihak Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Bandung buka suara terkait gegernya dentuman yang terdengar warga Cimahi. Berikut poin-poin analisisnya:

1. Dari puluhan Seismograf yang terpasang di Jawa Barat, khususnya di sekitar Lembang dan Padalarang Kabupaten Bandung Barat, tidak ada aktivitas seismik atau tidak ada gempa yang terekam di seismograf.

2. Dari peralatan pemantauan kelistrikan udara (lightning detector) yang berada di sekitar Lembang, tidak ada aktivitas sambaran petir di atmosfer selama 3 jam tersebut, yakni pukul 13.30-16.00 WIB.

3. Berdasarkan informasi dari Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (LAPAN) tidak ada aktivitas benda luar angkasa jatuh di wilayah Bandung dan sekitarnya.

4. Berdasarkan peralatan pencatat kemagnetan di beberapa wilayah di Jawa Barat, seperti di Pelabuhan Ratu (Milik BMKG), Tanjungsari Sumedang (Milik LAPAN) tidak mencatat adanya gangguan magnet.

"Berdasarkan poin-poin di atas, suara dentuman di langit Cipageran Cimahi, Cimindi, dan Setiabudi kemungkinan merupakan aktivitas manusia. Seperti mungkin petasan yang terbuat dari bambu, atau kemungkinan aktivitas tentara yang sedang melakukan latihan rutin (misalnya percobaan alutsista TNI) di sekitar suara dentuman. Kebetulan di sekitar wilayah mendengar dentuman ada beberapa loaksi tempat latihan rutin TNI," kata Kepala BMKG Stasiun Geofisika Bandung Teguh Rahayu.

(bbn/bbn)