7 Kecamatan Terendam Banjir, Bupati Cirebon Tetapkan Tanggap Darurat Bencana

Sudirman Wamad - detikNews
Selasa, 19 Jan 2021 17:45 WIB
Banjir di Cirebon
Banjir di Cirebon (Foto: Sudirman Wamad/detikcom)
Cirebon -

Hujan deras yang mengguyur Kabupaten Cirebon, Jawa Barat, membuat sejumlah sungai meluap. Dampaknya, tujuh kecamatan terendam banjir pada Minggu (17/1).

Hingga saat ini sejumlah titik masih terendam banjir. Bupati Cirebon Imron Rosyadi menetapkan status tanggap darurat bencana melalui surat bernomor 360/98/BPBD.

Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Cirebon Alex Suheriyawan membenarkan tentang penetapan status tanggap darurat bencana itu. Alex mengatakan status tanggap darurat bencana berlaku selama 14 hari, terhitung sejak 17 Januari hingga 30 Januari.

"Untuk melaksanakan pasal 21 ayat 1 huruf b, pasal 23 ayat 2 Peraturan Pemerintah RI Nomor 21/2008 tentang Penyelenggaraan Penanggulangan Bencana, bupati Cirebon menetapkan status tanggap darurat bencana," kata Alex dalam keterangan yang diterima detikcom, Selasa (19/1/2021).

Sekadar diketahui, Kecamatan Suranenggala merupakan salah satu wilayah yang masih terdampak banjir hingga hari ini. Ribuan rumah di kecamatan tersebut masih terendam.

"Total ada sembilan desa yang terdampak banjir di Kecamatan Suranenggala. Dari pendataan sekitar 4.000 rumah. Ketinggian variasi, hingga 75 sentimeter lebih. Sudah ada beberapa wilayah yang mulai surut," kata Camat Suranenggala Indra Fitriani kepada detikcom di dapur umur Desa Suranenggala Kulon.

Tujuh kecamatan yang terdampak banjir yakni Suranenggala, Plered, Klangenan, Gunungjati, Susukan, Tengahtani dan Panguragan. Penyebab banjir karena intensitas hujan tinggi yang memicu sungai meluap.

Tonton juga 'Banjir di Makassar Rendam 500 Rumah, Seribu Warga Mengungsi':

[Gambas:Video 20detik]

(bbn/bbn)