Langgar PPKM, Rumah Makan Disegel Satgas COVID-19 Cirebon

Sudirman Wamad - detikNews
Minggu, 17 Jan 2021 15:30 WIB
Petugas Segel Rumah Makan di Cirebon
Petugas menyegel rumah makan yang melanggar PPKM di Cirebon. (Foto: dok.Humas Polresta Cirebon)
Cirebon -

Satgas COVID-19 Kabupaten Cirebon menyegel salah satu rumah makan yang melanggar Penerapan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) di Kecamatan Dukupuntang, Kabupaten Cirebon, Jawa Barat.

Kapolresta Cirebon Kombes Pol M Syahduddi mengatakan pelanggaran yang yang dilakukan rumah makan tersebut termasuk berat. Seperti tidak membatasi jumlah pengunjung sebanyak 25 persen, tidak menyediakan tempat cuci tangan, hand sanitizer dan lainnya.

Syahduddi menyebutkan proses pengukuran suhu tubuh pengunjung di rumah makan itu tak berjalan efektif. Pengelola memanfaatkan tukang parkir sebagai petugas pengukur suhu.

"Ditemukan juga banyak pengunjung rumah makan yang tidak menerapkan protokol kesehatan. Tatanan meja dan kursinya berdekatan," kata Syahduddi yang juga menjabat sebagai Wakil Satgas COVID-19 Kabupaten Cirebon kepada detikcom, Minggu (17/1/2021).

Dia menilai pengelola rumah makan tak memiliki itikad untuk mematuhi protokol kesehatan sesuai dengan aturan PPKM, yang tercantum salam Surat Edaran (SE) Bupati Cirebon Nomor 360/32/BPBD tentang PPKM dalam rangka penanganan dan pencegahan COVID-19 di Kabupaten Cirebon.

"Aturan ini sudah disosialisasikan sebelum PPKM. Pihak muspika juga sosialisasi, tapi tidak diperhatikan," kata Syahduddi.

Dia menceritakan sebelum menyegel sementara rumah makan tersebut, pihaknya meminta pengunjung yang selesai menyantap untuk meninggalkan rumah makan. "Rumah makan ini disegel sampai pengelola menyiapkan sarana penunjang protokol kesehatan dan melaksanakan operasional sesuai ketentuan PPKM. Jika hal itu sudah dilaksanakan, maka akan dipertimbangkan untuk dibuka kembali," kata Syahduddi.

Dalam kesempatan itu, petugas gabungan juga melaksanakan patroli disiplin protokol kesehatan di sejumlah rumah makan, tempat wisata, pusat perbelanjaan, dan lainnya di Kabupaten Cirebon. Sejumlah pelaku usaha juga masih kedapatan belum menerapkan pembatasan pengunjung hanya 25 persen dari kapasitas maksimal.

(bbn/bbn)