Debat Panas Irna Lawan Thoni soal Jalan Rusak di Pandeglang

Bahtiar Rifa - detikNews
Jumat, 04 Des 2020 19:39 WIB
Debat pamungkas Pilkada Pandeglang 2020
Dua paslon Pilkada Pandeglang (Foto: Istimewa)
Pandeglang -

Perdebatan Pilkada Pandeglang pasangan nomor urut 1 Irna Narulita-Tanto Arban dan nomor urut 2 Thoni Mukhson-Miftahul Tamami panas khususnya soal jalan rusak. Thoni bahkan menunjukkan foto-foto jalan rusak di momen bertanya.

"Dari dua kali debat, katanya 230 kilometer sudah dibangun, sekarang 500 kilometer. Kami ungkap fakta di Pandeglang banyak seperti ini," kata Thoni sambal menunjukkan foto jalan rusak, Jumat (4/12/2020).

Thoni meminta agar agar Irna yang petahana tidak mengklaim telah membangun 2.200 kilometer jalan. Karena ada SK Bupati pada 2009 menyatakan jalan Pemkab adalah 723 kilometer dan sampai sekarang baru dibangun 230 kilometernya saja.

Irna mengelak data yang disampaikan oleh lawannya. Selama ia memimpin memang ada 230 kilometer jalan sudah dibangun dan 335 kilometer jalan poros desa yang sudah mantau. Jadi, jika ditotal keseluruhannya hampir 567 kilometer.

"Ini kami sudah berbuat, bapak akan berbuat kan ya. Walaupun masih ada 38 persen jalan rusak, kami terus merangkak," ujarnya menampik data yang disampaikan Thoni.

Ia menyebut bahwa sisa jalan milik kabupaten yang ia sebut hanya tinggal 38 persen akan dituntaskan sampai tahun 2023. Yang jalan poros desa dilakukan bertahap di mana sisa 1.400 kilometer lagi. Yang jalan poros ini katanya tidak bisa serta-merta bisa langsung dibangun.

"Siapapun bupatinya 5 tahun nggak cukup bangun Pandeglang," katanya.

Thoni kemudian menanggapi bahwa memang fakta di setiap desa di Pandeglang punya jalan rusak. Ia berani membawa siapapun yang ingin survey ke sana untuk membuktikan. Makanya, ia menawarkan agar jalan yang memang tidak bisa dibangun oleh Pemkab agar diselesaikan oleh provinsi.

"Kita akan lakukan revisi status jalan di Pandeglang. Jalan yang menghubungkan ruas kecamatan-kabupaten, coba kita dorong provinsi karena ruas jalan provinsi selesai dibangun," pungkasnya.

(bri/mud)