Azan Ajakan Jihad di Majalengka, Polisi: Kita Selidiki Pidananya

Bima Bagaskara - detikNews
Jumat, 04 Des 2020 15:08 WIB
Heboh video azan ajakan jihad di Majalengka
Sekelompok orang mengumandangkan azan ajakan jihad di Majalengka (Foto: tangkapan layar video)
Majalengka -

Polres Majalengka resmi melayangkan surat pemanggilan kepada empat orang terkait azan jihad yang dilakukan sekelompok orang. Sekadar diketahui, viral video soal azan ajakan jihad yang dilakukan sekelompok orang asal Majalengka.

Ada tujuh pria tampil dalam video berdurasi 43 detik itu. Satu orang sebagai muazin mengumandangkan azan dengan menyelipkan kata 'hayya alal jihad', yang kemudian diikuti enam pria.

"Polres Majalengka terus melakukan penyelidikan. Hari ini kita layangkan surat undangan klarifikasi kepada empat orang yang akan dimintai keterangan pada Senin pekan depan," kata Kapolres Majalengka AKBP Bismo Teguh Prakoso dalam keterangan yang diterima detikcom, Jumat (4/12/2020).

Menurutnya, orang-orang yang dipanggil untuk dimintai keterangan itu merupakan yang mendengar dan berada di lokasi saat azan jihad dikumandangkan. Namun Bismo tidak merinci siapa saja keempat orang yang akan dipanggil ke Polres Majalengka.

"Kita periksa saksi-saksi dulu, semuanya yang mendengar, menyaksikan dan melihat. Itu kita kumpulkan fakta hukum dulu kemudian baru kita lakukan langkah-langkah berikutnya," kata Bismo.

Ia menjelaskan Forkompinda Kabupaten Majalengka yang dihadiri Bupati, Dandim, MUI, FKUB dan organisasi islam lainnya untuk menganalisis azan jihad yang menimbulkan kegaduhan serta reaksi publik. Dari hasil rapat itu disepakati bahwa azan ajakan jihad yang dilakukan tujuh pria di Desa Sadasari merupakan kesalahan yang harus diluruskan.

"Kita menganalisa hal itu dan para ulama menyebut ada kesalahan dan menyepakati supaya Polri, dalam hal ini Polres Majalengka, menyelidiki ranah pidananya. Kita semua bahu membahu menjaga kondusifitas Kabupaten Majalengka," tutur Bismo.

(bbn/bbn)